Harga Tembakau Masih Rendah, Bupati Temanggung Sidak PT Djarum

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 20:12 WIB
Bupati Temanggung Al Hadiq Sidak Pabrik Djarum (suaramerdeka.com/Ricky Diswantoro)
Bupati Temanggung Al Hadiq Sidak Pabrik Djarum (suaramerdeka.com/Ricky Diswantoro)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Harga tembakau tahun ini masih tergolong rendah hal ini membuat bupati Temanggung Al Hadiq Sidak di gudang perwakilan pabrik rokok terlebih pada PT Djarum yang sampai hari ini belum berani membeli dengan harga tinggi.

Hadiq Selasa (31/08) sangat menyayangkan kepada PT. Djarum yang belum menaikan harga, karena harga yang dibeli saat ini masih sangat jauh yang diharapkan para petani.

Menurut Hadiq PT. Djarum masih terlalu memilih dan selektif untuk membeli tembakau di Temanggung.

Sedangkan petani juga masih belum mengetahui kualitas seperti apa yang dicari PT Djarum sehigga yang terjadi saat ini petani dan pabrikan masih menahan diri.

"Mereka masih saling menahan diri, Djarum menahan duitnya, petani dan pedagang menahan barangnya karena harga beleum ketemu," katanya.

Baca Juga: ''Borderless'', Ajak Kaum Muda Berkreasi Melalui Fotografi Tanpa Batas

Maka dari itu, Bupati meminta agar PT Djarum untuk menaikan lagi harga yang saat ini sesuai yang diharapkan petani ditambah kwalitas tembakau Temanggung yang istimewa.

"Sementara saya juga meminta pada petani meningkatkan kualitas barangnya lebih baik lagi agar spesifiknya bisa masuk pabrik. kalau dari pabrik meniakan harga dan petani menaikan kualitas saya rasa ini akan segera ketemu keinginan para petani dan keinginan pabrik sehingga bisnis bisa berjalan," jelasnya

Khadziq menyampaikan secara umum perdagangan tembakau di Temanggung mulai berangsur membaik, harga juga mulai membaik, meskipun masih dirasa kurang oleh para petani dan pedagang tembakau.

Baca Juga: Bantuan Beras 10 Kilogram Tersalurkan Penuh untuk 28,8 Juta KPM

Sementara itu seorang grader Djarum Arif Raharja mengatakan saat ini sudah mulai menyerap tembakau petani dengan grade A+ hingga C.

"Beberapa tembakau dari Gunung Sumbing kualitas premium juga sudah kami beli dengan harga Rp62.500 tetapi jumlahnya belum banyak, kebanyakan masih berkisar Rp45.000-Rp50.000 per kilogram dan sebagian kecil juga ada yang Rp50.000-Rp55.000 per kilogram," katanya.

Sampai saat ini, katanya belum terlalu banyak barang yang terserap gudang karena memang belum banyak petani dan pedagang yang setor, karena kemungkinan ekspektasi harga dari petani dan pedagang merasa harga yang diberikan pabrik terlalu rendah sehingga mereka masih menahan barangnya.

"Secara resmi saya baru melakukan pembelian Senin (30/8) dan sekarang ini baru menyerap sekitar 300 keranjang. Biasanya kalau musim normal saya bisa memproses sekitar 400-500 keranjang per hari dan sekarang serapan baru berkisar 50 keranjang per hari," katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB

Polres Pemalang Tangkap Pembuat dan Penjual Uang Palsu

Kamis, 25 November 2021 | 16:12 WIB
X