Magelang Masih Level 4, Sekda Menduga karena 3 Hal Ini

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:18 WIB
Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono (suaramerdeka.com/Asef Amani)

Dia menuturkan, ada berbagai kemungkinan Kota Sejuta Bunga masih berlevel 4 assesmen pandeminya oleh pemerinta pusat.

Ia memperkirakan karena mortalitas (tingkat kematian) yang dianggap masih tinggi, positive rate belum standar, dan tracing kurang masif.

“Mungkin disebabkan mortalitasnya dianggap tinggi, positif ratenya dinilai belum sesuai standar, dan tracing kurang masif. Padahal, kondisi sekarang sudah menurun dan menurun," katanya.

Baca Juga: Meninggal dalam Tugas karena Covid, 10 Anggota DPR Digelari Pejuang Konstitusi, Siapa Saja Mereka?

Mortalitas masih dianggap tinggi, kata Joko, karena Kota Magelang adalah wilayah kecil yang hanya memiliki sekitar 128.000 jiwa.

Sementara pada level 4 ditetapkan jika angka kematian akibat Covid-19 lebih dari lima orang per 100.00 penduduk dalam satu daerah.

“Yang meninggal dunia akibat Covid-19 masih ada 1-2 jiwa sehari, sedangkan kita tidak boleh atau maksimal ada 1 saja angka kematiannya, karena hitungannya per 100.000 orang. Ini lah kenapa kita masih dianggap tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Walubi Fasilitasi Vaksinasi Massal 150 Ribu Warga Jawa Tengah

Bapak yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 itu mengutarakan, Kota Magelang dengan luas wilayah 18,53 kilometer persegi ini merupakan daerah penyangga dalam testing swab.

Tidak jarang, hasil testing warga luar daerah tersebut justru masuk hitungan wilayah Kota Magelang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB
X