Limbah Medis Berbahaya, Pengawasan Diperketat

- Rabu, 31 Juli 2019 | 22:17 WIB
PENGAWASAN: Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora melakukan pengawasan di tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 di salah satu rumah sakit, Rabu (31/7). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
PENGAWASAN: Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora melakukan pengawasan di tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 di salah satu rumah sakit, Rabu (31/7). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora memperketat pengawasan pengelolaan limbah fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Keberadaan limbah medis itu berbahaya bagi kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.

‘’Dinas Lingkungan Hidup gencar memperketat pengawasan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) terutama limbah B3 medis,’’ ujar Kepala DLH Blora Dewi Tedjowati melalui Kasi Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun DLH Bayu Himawan, Rabu (31/7).

Dinas rutin berkeliling ke seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Blora untuk memonitor pengelolaan limbah medis. Tim memantau langsung pengelolaan limbah medis B3  26 puskesmas dan seluruh rumah sakit di Kabupaten Blora. ‘’Jangan sampai salah kelola sehingga merugikan lingkungan sekitar,’’ tandasnya.

Bayu Himawan menjelaskan, pengawasan proses pengelolaan limbah B3 medis mulai dari ruang tindakan sampai pada tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 hingga diangkut oleh transporter selaku pihak ketiga.

‘’Alhamdulillah seluruh puskesmas dan rumah sakit di Blora sudah bekerja sama dengan transporter limbah B3 yang terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Jadi yang kami pantau saat ini adalah pengelolaan di internal puskesmas dan rumah sakit,’’ katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Blora Dewi Tedjowati menambahkan selalu memonitor dan mendampingi serta melakukan pembinaan pengelolaan limbah B3 medis di Kabupaten Blora.

 ‘’Harapan kami  tahun 2020 Kabupaten Blora terbebas dari permasalahan limbah B3 medis dan ‘Zero Waste’ untuk permasalahan sampah dengan target 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah sesuai dengan kebijakan strategi daerah,’’ ujar Dewi Tedjowati.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X