Aptikom dan Amikom Gelar Perkulihan Jarak Jauh

- Rabu, 17 Juli 2019 | 20:15 WIB
Kasubdit Pembelajaran Khusus Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Uwes Anis Chaeruman saat menjelaskan soal PJJ saat launching Program Perkuliahan Jarak Jauh Aptikom. (suaramerdeka.com/Sugiarto)
Kasubdit Pembelajaran Khusus Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Uwes Anis Chaeruman saat menjelaskan soal PJJ saat launching Program Perkuliahan Jarak Jauh Aptikom. (suaramerdeka.com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Langkah baru dilakukan Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (Aptikom) Indonesia dengan melaunching program perkuliahan jarak jauh. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini dilakukan untuk menjawab sekaligus mengantisipasi revolusi industri 4.0. Hal itu disampaikan Kasubdit Pembelajaran Khusus Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Uwea Anis Chaeruman, di hadapan peserta seminar dan workshop PJJ dan Massive Open Online Course(MOOC) 2019 di Universitas Amikom Yogyakarta, Rabu (17/7).

Selain untuk mengantisipasi revolusi industri 4.0, lanjut Uwea Anis Chaeruman, PJJ ini juga guna meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi (SDM) sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang terus berkembang.

Hal ini sesuai perkembangan teknologi, maka perguruan tinggi (PT) baik negeri mau pun swasta didorong untuk menerapkan pembelajaran yang lebih memanfaatkan nilai perkembangan teknologi informasi. Ini penting sebab tantangan industri 4.0, sebenarnya tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang siap di era sekarang. Tapi juga menyangkut proses pembelajarannya juga harus mencerminkan pembelajaran di era 4.0 khususnya perguruan tinggi.

Berkaitan dengan itu, maka Kemenristek Dikti khususnya Direktorat Pembelajaran menyambut baik inisiatif dari Aptikom untuk menjalankan satu dari tiga misi PJJ yang ada di Permen 51/2018 tentang PJJ. Yakni, menyelenggarakan PJJ untuk lingkup mata kuliah.

Bahasa sederhananya, kata dia, adalah melaksanakan pendidikan tatap muka tapi sudah menerapkan pembelajaran elekronik. baik elerninng, online learning atau kombinasi yang bisa dijadikan sebagai wahana untuk kredit transfer.

Artinya, mata kuliah itu bisa diikuti oleh beberapa mahasiswa dari PT lain yang terbung dalam Aptikom. Misalnya, mata kuliah tertentu di Amikom, bukan hanya bisa diambil mahasiwa Amikon, namun juga bisa diikuti mahasiswa lain dalam kelompok Aptikom.

Sehingga bisa memperoleh kredit dan mentransfer kredit ke PT lain. Jika ini bisa berjalan akan jadi model, untuk diikuti PT lain dalam kelompok rumpun prodi dalam bidang studi berbeda.

''Mugkin bisa diawali contoh yang baik dari rumpun perguruan tingi komputer, karena lebih familiar dalam proses pembelajaran. Intinya seperti itu,'' kata Uwea Anis Chaeruman.

''Di era seperti saat ini, hal itu harus diterapkan jika tidak akan tergilas disruption teknologi,'' katanya lagi.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X