Pemulung Jangan Ambil Aset Pasar

Nugroho
- Minggu, 7 Juli 2019 | 20:14 WIB
Seorang pemulung memilah barang rongsokan di bangunan bekas Pasar Pengging. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
Seorang pemulung memilah barang rongsokan di bangunan bekas Pasar Pengging. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Agus Partono, mempersilakan pemulung mengambil barang-barang bekas peninggalan bangunan padagang Pasar Pengging lama yang pindah ke Pasar Pengging baru.

Agus menyebut pasar lama segera dibongkar. Saat, tim aprasial baru menaksir nilai keseluruhan bangunan dan biaya pembongkaran pasar tersebut. Untuk itu, aset pasar tersebut harus terjaga utuh.

Pemulung jangan mengambil atau merusak aset pasar. ‘’Kalau pemulung mengambil barang yang ditinggalkan pedagang boleh saja. Namun tak boleh mengambil barang yang merupakan aset pasar,’’ katanya.

Setelah pasar kosong, para pemulung mulai datang mengais barang-barang bekas Pasar Pengging lama. Saat ini semua pedagang boyongan ke lokasi baru, ke Pasar Pengging Baru atau Pasar Pipo, pekan lalu. Mereka memilah –milah barang- barang yang ditinggalkan para pedagang.

‘’Lumayan, bisa memperoleh kertas 10 kg,’’ ujar Ma’ruf (51) pemulung asal Kecamatan Sawit, Sabtu (6/7).

Sejumlah pemulung menyisir satu per satu bekas los dan kios para pedagang untuk mengambil kertas bekas, kertas koran dan potongan seng bekas.

Ada pula rongsokan kompor minyak, kompor gas dan potongan besi bekas penopang almari. Barang- barang itu lalu dikumpulkan dan dipilah- pilah. Kertas dikumpulkan menjadi satu dan diikat dengan tali rafia.

Begitu pun seng bekas ditempatkan terpisah di beronjong sepeda motor. Dia mengaku, barang- barang rongsok tersebut bakal dibawa langsung ke tempat pengepul langganan. Untuk kertas dihargai Rp 1.000/kg, seng Rp 6.000/kg dan besi Rp 750/kg. ‘’Ini tadi juga mendapat paku- paku bekas yang sudah berkarat,’’ terangnya.

Pemulung lain, Eko (38) warga Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono juga mengaku mendapatkan barang rongsokan lumayan banyak. Hanya saja, dia tidak langsung menjual barang rongsok itu kepada pengepul.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB
X