Inovasi Produk Bagus, Komunikasi Pemasaran Lemah

- Kamis, 4 Juli 2019 | 21:00 WIB
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah didampingi  Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tegal, Suharinto menilia penjurian produk pengusaha muda asal Kabupaten Tegal di Hotel Primebiz Tegal. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tegal, Suharinto menilia penjurian produk pengusaha muda asal Kabupaten Tegal di Hotel Primebiz Tegal. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)

TEGAL, suaramerdeka.com – Anak-anak muda yang ingin menjadi technopreneur wajib memiliki dua kompetensi, yakni bagaimana menjadikan produk berkualitas dan bagaimana menjual produk dengan baik. Sejauh ini, sejumlah produk yang gagal, salah satunya marketing yang kurang baik.

Begitu pun produk inovasi anak-anak muda pemuda Kabupaten Tegal bagus dan berpotensi lolos prakualifikasi Technopreneur Muda Pemula 2019, namun gaya komunikasi dalam memasarkan produk inovasi itu kurang menggigit.

‘’Hasil keragaman produk sudah bagus, tapi marketing masih lemah,’’ ujar Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, usai memberikan pengarahan kepada puluhan pemuda yang mengikuti prakualifikasi Technopreneur Muda Pemula 2019 di Hotel Primebiz Tegal, Kamis hingga Sabtu (3-5/7).

Dikatakan, anak muda Tegal memiliki potensi dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kendati sangat mendasar, namun produk yang dihasilkan cukup menjanjikan. Tidak memoles gaya komunikasi pemasaran yang andal.

Menurut dia, pemuda harus memiliki dua poin penting, yakni bagaimana menjadikan produk berkualitas dan bagaimana menjual produk dengan baik. Sejauh ini, sejumlah produk yang gagal, salah satunya marketing yang kurang baik.

Kondisi itu harus melalui proses pelatihan dan pembinaan.  Dari 30 pengusaha muda akan diambil delapan pemuda. Tiga peserta terbaik akan mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 15 juta dari Asisten Deputi Peningkatan Kewirausahaan Pemuda.

‘’Lima peserta terpilih lainnya juga akan mendapatkan uang pembinaan dari Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda masing-masing sebesar Rp 10 juta,’’ bebernya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tegal, Suharinto mengatakan, kegiatan ini untuk mencari pengusaha muda yang memiliki inovasi orisinil. Salah satu produk, yakni pengembangan sayuran kangkung dengan biji orisinil, tapi penyampaian inovasi produknya kepada juri kurang detail atau marketingnya kurang bagus.

‘’Kami berharap setelah adanya acara ini muncul pemuda pemuda tekno prener, bukan pemuda pengekor. Pemuda harus mandiri dan maju,’’ tegasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Kesongo Kembali Semburkan Lumpur, Warga Berhamburan

Selasa, 28 September 2021 | 12:30 WIB

Angka Stunting Tinggi, Pemerintah Libatkan Mahasiswa

Senin, 27 September 2021 | 19:18 WIB

Hujan Deras, Rumah Rusak Diterjang Longsor

Senin, 27 September 2021 | 15:40 WIB

2.302 Peserta Ikuti SKD CASN Pemkot Magelang

Senin, 27 September 2021 | 15:12 WIB
X