Kostum Gelatik Madu Meriahkan ISNC

- Kamis, 4 Juli 2019 | 14:39 WIB
GELATIK MADU: Personel Kelompok Seni Kota Magelang menampilkan kostum kuning ceria bertema Burung Gelatik Madu dalam pertunjukan berjudul Peksi Jenas Prayuta Puspa di ISNC 2019. (Foto suaramerdeka.com/dok)
GELATIK MADU: Personel Kelompok Seni Kota Magelang menampilkan kostum kuning ceria bertema Burung Gelatik Madu dalam pertunjukan berjudul Peksi Jenas Prayuta Puspa di ISNC 2019. (Foto suaramerdeka.com/dok)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Kelompok Seni Kota Magelang turut dalam perhelatan International Semarang Night Carnival (ISNC) 2019 di Kota Semarang, Rabu (3/7) malam. Kelompok yang melibatkan lima komunitas seni ini menampilkan pertunjukan berjudul “Peksi Jenas Prayuta Puspa”.

Gepeng Nugroho sebagai koordinator mengatakan, terlibat dalam kirab ini merupakan kebanggaan sendiri. Sejak dua bulan lalu, ia mempersiapkan kostum yang dipakai para personel, termasuk koreografi dan musik bersama sejumlah rekan seniman.

“Saya sendiri bertanggung jawab di kostum. Koreografi oleh Lyra Deblow dan Nirmala, sedangkan penata musik oleh Inung dan Anton Nugroho,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (4/7).

Dia menuturkan, ada 50 personel yang terlibat dalam pertunjukan di momen yang memeriahkan Rapat Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu. Personel dari lima komunitas, yakni Sanggar Srikandi, Sekar Dahlia, SMK 17 Magelang, Komunitas Kyai Tuk Songo, dan Sanggar Nirwana.

Dalam pertunjukan itu, kata Gepeng, kelompoknya mengenakan kostum yang bertema burung Gelatik Madu. Burung ini memiliki ciri semburat kuning bergerombol dan bergerak bersama di persawahan. Ini menjadi inspirasi lahirnya strategi perang gerilya Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman. Kedua pahlawan nasional ini sangat erat dengan Kota Magelang.

“Kelincahan dan kegesitan burung Gelatik Madu, serta pesona sejuta bunga, yang menjadikan gambaran bahwa, warga dan pemerintah Kota Magelang selalu bergerak bersama dan bersinergi untuk memajukan kota cerdas, kreatif, dan cekatan,” kata pengajar di SMK 17 Magelang itu.

Selain itu, “Peksi Jenas Prayuta Puspa” juga bermakna Kota Magelang telah berhias dengan segala infrastrukturnya. Kemajuannya sebagai Kota Sejuta Bunga dapat menarik wisatawan untuk berbondong-bondong menikmati suasana Kota Magelang. 

“Melalui pertunjukkan, kami ingin menyampikan kalau Kota Magelang sebagai kota jasa, menawarkan layanan-layanan yang ramah layaknya bunga. Sehingga, dapat memanjakan wisatawan bahkan untuk berinvestasi lama,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang hadir dalam ISNC 2019 mengaku senang dan bangga, karena kelompok asal Kota Magelang bisa unjuk kebolehan di hadapan ribuan warga dan delegasi Apeksi. Ia bahkan ikut turun ke arena kirab dan berjoget bersama para peserta.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X