Telkomsel, ‘The First 5G Operator’, Beroperasi Mulai 27 Mei

- Selasa, 25 Mei 2021 | 18:21 WIB
Foto: SM/Dok
Foto: SM/Dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Telkomsel segera dapat menyelenggarakan jaringan 5G secara komersial pada frekuensi spektrum 2,3 GHz dan menjual produk atau layanan 5G kepada para pelanggan di Indonesia.

 

Pasalnya, kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, operator milik pemerintah itu secara resmi telah menerima Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) teknologi 5G dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (24/5).

Dengan diterimanya SKLO tersebut Telkomsel resmi menjadi “The First 5G Operator in Indonesia”. Telkomsel adalah operator seluler pertama yang dinyatakan layak mengoperasikan jaringan teknologi 5G Indonesia sesuai SKLO yang diterbitkan Kementerian Kominfo 21 Mei 2021.

Menurut dia, SKLO itu menjadi bukti bahwa Telkomsel secara sah dan resmi sudah memenuhi seluruh persyaratan dan regulasi yang berlaku dan menjadi operator pertama yang dapat mengoperasikan layanan 5G secara komersial di Indonesia.

"Kami mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan Kementerian Kominfo RI serta bersama-sama mengawal pelaksanaan ULO 5G bagi Telkomsel. Ini akan menginsipirasi kami dalam menjalankan rencana strategis pemerintah dalam pengembangan teknologi terbaru sebagai bagian dari akselerasi pemerataan ekosistem broadband dan digital yang inklusif di Indonesia," kata Setyanto dalam siaran pers.

Dikatakan, diterimanya SKLO itu juga menandakan bahwa Telkomsel semakin dekat dalam mewujudkan transformasi digital di Indonesia yang komprehensif melalui penyediaan dan penyelenggaraan jaringan dan layanan 5G.

Hadirnya jaringan broadband terdepan di tengah masyarakat itu sekaligus menjadi wujud komitmen Telkomsel untuk terus memberikan produk dan layanan digital yang customer-centric.

"Sehingga dapat menghadirkan solusi dan membuka pintu peluang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat agar dapat mendorong kemandirian dan kedaulatan digital bangsa, seiring dengan perkembangan ekosistem 5G yang dilakukan secara bertahap dan terukur dan berkesinambungan oleh seluruh stakeholder yang terkait," ujarnya.

Lebih lanjut Setyanto mengatakan, terwujudnya implementasi 5G bukan saja mendorong Telkomsel sebagai The First 5G Operator di Indonesia, namun juga dapat mendorong transformasi Indonesia menuju kedaulatan digital yang seutuhnya.

Telkomsel pun berkomitmen akan memanfaatkan teknologi 5G tidak hanya terbatas pada pengembangan layanan dan produk yang memberi manfaat bagi masyarakat dan industri, melainkan untuk berkontribusi untuk membantu mencetak dan mengembangkan talenta digital yang andal dan mampu bersaing secara global.

Pihaknya berharap, hadirnya teknologi 5G ini bukan hanya mengakselerasi gaya hidup digital masyarakat Indonesia untuk menjadi smart digital user, melainkan juga mendorong lahirnya smart digital preneur yang dapat menciptakan lebih banyak peluang dan lapangan pekerjaan baru melalui ragam inovasi teknologi digital bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Ke depan, Telkomsel akan terus mempererat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mengakselerasi penguatan ekosistem 5G sehingga manfaat teknologi ini dapat dinikmati seluruh masyarakat," tandasnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate mengatakan, seiring dengan penyerahan SKLO dari Kementerian Kominfo, Telkomsel akan menjadi penyelenggara telekomunikasi jaringan 5G pertama di Indonesia.

Layanan 5G itu akan diluncurkan secara serentak pada 27 Mei 2021. Selanjutnya bisa dinikmati secara terbatas dan bertahap di enam lokasi residensial di wilayah Jabodetabek, serta di kota-kota lain seperti Solo, Medan, Balikpapan, Denpasar, Batam, Surabaya, Bandung, dan Makassar.

Penggelaran 5G perdana di Indonesia itu, kata dia, merupakan buah hasil Kementerian Kominfo dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kominfo bersama penyelenggara Telekomunikasi telah melakukan 12 kali uji coba jaringan 5G sepanjang 2017 hingga 2020.

"Salah satu uji coba dilakukan pada saat perhelatan Asian Games pada tahun 2018 lalu. Awal tahun 2021 ini, Kementerian Kominfo juga telah melakukan lelang pita frekuensi 2,3 GHz," kata Johnny.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

Google Maps Punya 3 Fitur Andalan Terbaru, Penasaran?

Rabu, 24 November 2021 | 14:41 WIB

Digital Tak Membuat Tradisi Terpental

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:47 WIB

WhatsApp Down, Aplikasi AyoTalk Jadi Alternatif

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:51 WIB
X