279 Juta Data Penduduk Indonesia Bocor, Pakar Digital: UU PDP Mendesak Disahkan

OKZ
- Sabtu, 22 Mei 2021 | 12:51 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar Digital Anthony Leong mengungkapkan bocornya data 279 juta penduduk Indonesia dan diperjualbelikan melalui situs hacker Raid forums harus segera ditindaklanjuti pihak yang berwenang untuk mengusut dugaan kebocoran data tersebut.

"Jangan anggap remeh perihal kebocoran data ini, pihak yang berwenang harus segera mengusut dan memproteksi, ini genting karena terkait data pribadi seluruh warga Indonesia. Ini harus ditangani dengan serius, security harus ditingkatkan. Karena rawan terjadi penipuan, scam dan tindak kejahatan digital siber lainnya," ujar Anthony dilansir dari Okezone, Jum'at (21/05/2021).

Kebocoran data yang semakin masif dan mengkhawatirkan menuntut adanya peran pemerintah untuk segera mengesahkan aturan terkait perlindungan data pribadi.

“Aturan saat ini cenderung belum tegas, jelas ini sangat genting karena menyangkut keselamatan seluruh masyarakat. Jika ada data pribadi yang bocor dapat digunakan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan berbagai bentuk kejahatan yang dimana dari masa ke masa terus berubah metode cybercrimenya," ujarnya.

Oleh karena itu, Anthony menilai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dianggap sangat penting dan perlu segera disahkan. Karena, UU PDP dapat menjamin keamanan data dari berbagai ancaman yang terjadi di berbagai platform media sosial dan situs berjejaring.

"Kebocoran data pribadi bukan terjadi kali ini saja, sepanjang tahun 2020 kita juga disuguhi banyak kejadian kebocoran data, karena itu penting untuk mengesahkan UU PDP secepat mungkin.” tegas Anthony.

Editor: Maya

Terkini

Internet 5G Bakal Dongkrak 4 Sektor Industri Ini

Senin, 21 Juni 2021 | 17:35 WIB
X