Ramadan dan Idul Fitri, Trafik Layanan Broadband Diprediksi Tumbuh 8,54 Persen

- Rabu, 14 April 2021 | 11:06 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pada Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1442 H ini, pengamanan operasional jaringan Telkomsel sebagai antisipasi lonjakan trafik komunikasi khususnya akses broadband untuk konektivitas digital akan difokuskan di wilayah residensial, rumah ibadah, rumah sakit penanganan Covid-19, titik transit transportasi seperti bandara, terminal bus, pelabuhan, jalur penyaluran logistik, serta area spesial lainnya seperti pusat pelayanan publik.

Secara keseluruhan, optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan tersebut akan difokuskan di 554 point of interest (POI) di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 255 area residensial, 21 rumah sakit rujukan Covid-19, 43 area transit transportasi utama (bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan), 196 area spesial seperti pusat pelayanan publik dan pusat perbelanjaan, 32 area jalur transportasi dan logistik, serta 7 rumah ibadah besar.

Telkomsel memperkirakan akan tetap terjadi pergerakan yang cukup signifikan pada trafik komunikasi di momen RAFI 2021 jika dibandingkan dengan hari normal di 2021. Trafik layanan broadband diprediksi akan tumbuh sebesar 8,54%, sedangkan trafik layanan panggilan suara dan SMS diproyeksi akan mengalami peningkatan sebesar 3,14% dan 2,95 persen.

Proyeksi tersebut terutama didasari dengan semakin cepatnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengadopsi pemanfaatan layanan digital untuk mendapatkan kemudahan dan pengalaman lebih dalam menjalani aktivitas keseharian, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Network Telkomsel Nugroho mengatakan Telkomsel secara proaktif telah menjalankan berbagai upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan dengan mengoperasikan tambahan 63 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) dan menambah kapasitas internet capacity menjadi 8,07 Tbps.

Selain itu, hingga April 2021, Telkomsel juga telah menggelar tambahan 263 unit BTS 4G/LTE baru, sehingga secara keseluruhan Telkomsel kini telah mengoperasikan lebih dari 236.000 unit BTS yang sebagian besarnya telah didukung teknologi broadband 3G dan 4G/LTE. Selain itu, lebih dari 50 kota/kabupaten di Indonesia juga telah terlayani layanan VoLTE.

“ Selain mematangkan infrastruktur di titik-titik dengan potensi pertumbuhan trafik komunikasi yang siginfikan, Telkomsel juga telah menjalankan uji jaringan (drive test) untuk memastikan kualitas dan kestabilan dari jaringan broadband Telkomsel secara merata dan kontinyu di seluruh titik populasi di penjuru negeri. Pada uji jaringan tahun ini, total jarak tempuh dari inisiatif pengujian jaringan tersebut mencapai 15.135 km yang meliputi 57 ruas tol termasuk sejumlah ruas yang baru beroperasi di seluruh wilayah di Indonesia. Berdasarkan kegiatan uji jaringan tersebut, secara umum Telkomsel mencatatkan hasil “BAIK” di tiap parameter performa,”jelasnya.

Telkomsel memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat di setiap aktivitas dan kegiatan ibadah yang dilakukan sepanjang Ramadan 1442 H. “Kami mengupayakan melalui rangkaian upaya pengamanan jaringan dan optimalisasi pelayanan yang difokuskan dilakukan mendampingi masyarakat dalam menjalani Ramadan dan Idul Fitri tanpa kehilangan esensinya, di tengah masa pandemi yang masih berlangsung,”jelasnya.

Persiapan Telkomsel dalam menyediakan jaringan yang prima di RAFI tahun ini pun dilengkapi dengan aktivitas pengamatan dan penanganan jaringan yang mayoritas dilakukan secara virtual.

Implementasi virtual monitoring dijalankan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pada pengawasan jaringan, berkaca dari inisiatif serupa yang sudah dijalankan pada RAFI 2020 lalu. Selain itu, virtual monitoring juga menjadi salah satu penguat transformasi digital Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk menerapkan cara kerja baru dan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan agile.

“Untuk segenap tim yang harus bertugas dengan kehadiran secara langsung, Telkomsel juga telah memberlakukan sistem pembagian waktu kerja serta membekali mereka dengan perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja sesuai standar protokol kesehatan yang berlaku. Seluruh upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh insan Telkomsel sekaligus menginspirasi para pelaku industri untuk menerapkan standar protokol kesehatan yang sesuai dalam proses bekerja, serta sebagai salah satu bentuk dukungan bagi pemerintah dalam mengarahkan penyesuaian kegiatan operasional di industri yang sejalan dengan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19,”jelasnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Selasa, 14 September 2021 | 18:24 WIB

Bijak Gunakan Medsos, Jangan Julid, Perhatikan Nomor 5

Minggu, 12 September 2021 | 07:58 WIB
X