Waspada Aplikasi MyHeritage, UU Perlindungan Data Pribadi Dipertanyakan

- Jumat, 12 Maret 2021 | 16:50 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Aplikasi MyHeritage baru-baru ini mendadak viral. Warganet ramai menggunakan aplikasi ini untuk membuat foto orang yang sudah meninggal terlihat lebih hidup.

Namun, Ahli informasi dan teknologi mengingatkan pengguna untuk berhati-hati, terlebih belum adanya Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

MyHeritage menggunakan teknologi deepfake, yang memungkinkan pengguna mengubah foto menjadi Graphics Interchange Format atau GIF sehingga bisa bergerak. Kualitas dan warna gambar pun bisa diubah.

Baca Juga: Aplikasi My Heritage, Mengenang yang Terkasih Lewat Foto "Hidup"

Berdasarkan keterangan di Google Play Store, aplikasi tersebut dikembangkan oleh MyHeritage. Platform ini diunduh lebih dari 10 juta kali di perangkat Android.

Peneliti keamanan siber dari Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengungkapkan, aplikasi tersebut menimbulkan kontroversi karena dikhawatirkan data pribadi pengguna akan disalahgunakan untuk tindak kejahatan.

“Mereka mengumpulkan data wajah pemakai, dan kita tidak pernah tahu itu digunakan untuk apa?” ujarnya dilansir dari Kata Data.

Selain itu, menurutnya belum ada teknologi yang bisa mendeteksi video berbasis deepfake. Deepfakes merupakan salah satu hasil dari teknologi kecerdasan buatan atau artificial antelligence (AI). Dengan deep learning, AI mampu menghasilkan pembelajaran yang berujung pada produk video maupun suara palsu.

Pratama mencontohkan aplikasi Clearview yang mengumpulkan banyak wajah dari berbagai platform di dunia siber. Pengembang diketahui menjual data biometrik pengguna kepada klien, yang beberapa di antaranya bukan lembaga penegak hukum.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Internet 5G Bakal Dongkrak 4 Sektor Industri Ini

Senin, 21 Juni 2021 | 17:35 WIB
X