Lindungi Alat Elektronik dari Tegangan Listrik Tidak Stabil

- Senin, 28 September 2020 | 17:00 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Saat ini masyarakat tengah menyesuaikan diri dengan kondisi normal baru di mana bekerja dan belajar telah berpindah dari gedung perkantoran, sekolah maupun kampus ke rumah. Aktivitas penggunaan listrik pun akhirnya meningkat.

Bicara mengenai tingkat keandalan dan kualitas listrik, ada dua indikator yang dapat dilihat yaitu stabilitas tegangan listrik di rumah, dan frekuensi terjadinya pemadaman listrik. Tegangan listrik yang tidak stabil mempengaruhi performa alat-alat elektronik sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal dan berpotensi menyebabkan kerusakan dan mempersingkat umur peralatan elektronik.

"Tidak hanya itu, tegangan listrik yang tidak stabil dan atau sering terjadinya pemadaman listrik di wilayah tempat tinggal Anda juga dapat menyebabkan kerugian kehilangan data pekerjaan/pelajaran dan bahkan kehilangan peluang bisnis akibat rapat yang tertunda karena listrik padam," ujar Yana Achmad Haikal, VP Secure Power Division Schneider Electric Indonesia, Senin (28/9/2020).

Menurutnya, salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melengkapi perangkat listrik di rumah Anda dengan UPS (Uninterruptible Power Supply) sebagai cadangan daya listrik dan stabilizer, serta stop kontak anti petir yang berfungsi melindungi alat-alat elektronik dari tegangan listrik yang tidak stabil.

UPS akan memberikan cadangan daya secara otomatis ketika terjadi pemadaman sehingga Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyimpan data-data pekerjaan/pelajaran. UPS juga berfungsi memproteksi peralatan elektronik Anda dari kerusakan akibat tegangan listrik yang tidak stabil.

Yana pun berbagi kiat memilih produk UPS dan stop kontak yang harus diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan dan memberikan perlindungan maksimal terhadap perangkat elektronik di rumah. Hitung jumlah daya yang dibutuhkan oleh peralatan yang tersambung – Pastikan UPS yang dibeli memiliki daya yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika perangkat yang tersambung memerlukan daya lebih dari yang dapat dihasilkan UPS, perangkat tidak akan dapat beroperasi, terlepas dari baterai UPS memiliki sisa energi dalam jumlah besar. Harus diingat bahwa daya (watt) yang dapat digunakan dari sebuah UPS adalah sekitar 50%-100% dari nilai VA (volt-ampere) tergantung power factor yang tertera di UPS. Misalkan UPS dengan kapasitas 1.000VA dengan power factor 0.6, daya yang dapat digunakan adalah sekitar 600 Watt.

Untuk UPS yang dapat digunakan dirumah, dapat menggunakan seri back UPS atau Back UPS pro dari APC dengan range 650va – 1600va. Pertimbangkan daya tahan baterai – Selain menghitung jumlah daya yang dibutuhkan, hal penting lainnya adalah memeriksa jumlah waktu yang Anda harapkan untuk mengoperasikan UPS selama pemadaman atau kegagalan listrik.

Beberapa pengguna memerlukan UPS hanya untuk beberapa menit, untuk menyimpan beberapa pekerjaan penting dan kemudian secara efektif mematikan sistem tanpa risiko kerusakan. Di sisi lain, beberapa pengguna memerlukan sistem untuk beroperasi selama periodepemadaman listrik. Oleh karena itu penting bagi pengguna untuk memahami kebutuhan mereka sendiri sebelum memasang UPS.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Duh, Mulai dari KTP Sampai Foto Koruptor Dijual di NFT

Selasa, 18 Januari 2022 | 22:06 WIB

Mengenal Pengertian dan Jenis-jenis Domain Website

Minggu, 19 Desember 2021 | 05:10 WIB

Google Maps Punya 3 Fitur Andalan Terbaru, Penasaran?

Rabu, 24 November 2021 | 14:41 WIB
X