PM Baru Malaysia Ismail Sabri Resmi Dilantik, Sempat Dianggap Pilihan yang Buruk

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:28 WIB
Ismail Sabri/Foto Warta Pontianak
Ismail Sabri/Foto Warta Pontianak

Baca Juga: TNI-Polri dan Kadin Luncurkan 34 Bus Vaksinasi Keliling, Sasar Warga Tak Terjangkau

Partai tersebut kembali berkuasa pada 2020 setelah pengunduran diri mendadak PM Mahathir Mohamad, yang memungkinkan Muhyiddin untuk membentuk koalisi yang berkuasa saat ini.

Muhyiddin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (19/8) bahwa anggota parlemen dalam koalisi yang bukan dari UMNO akan mendukung Ismail sebagai perdana menteri baru. “Dengan syarat kabinet yang baru tidak termasuk siapa pun dengan tuntutan pengadilan,” ujarnya.

Sebelum penunjukannya, analis politik menilai Ismail Sabri akan menjadi pilihan yang buruk karena hubungannya dengan pemerintah Muhyiddin. Pemerintahan Muhyiddin dikritik karena salah menangani wabah Covid-19 yang memburuk di Malaysia.

Baca Juga: Kabar Tak Ada Slot PNS untuk Guru Honorer di 2022, Komisi X Desak Kemendikbud Beri Penjelasan

“Penunjukan Ismail tidak akan mengakhiri ketidakpastian politik yang dihadapi Malaysia sejak pemilu 2018. Situasi politik di Malaysia saat ini sangat tidak stabil,” kata Peter Mumford, kepala praktik Asia Tenggara dan Asia Selatan konsultan risiko Eurasia Group, seperti dikutip CNBC.

Dia menambahkan, Malaysia memiliki banyak partai politik dan tidak ada yang memegang lebih dari 20% kursi parlemen. Sementara politisi tidak banyak berbeda dalam ideologi ekonomi mereka karena politik sebagian besar didorong oleh ras dan agama.

“Selain itu, politisi tidak loyal kepada partainya dan dapat dengan mudah berpindah partai. Salah satu jalan keluar utama dari kekacauan politik ini adalah pemilihan umum, dan setelah itu mendiskusikan siapa perdana menteri berikutnya,” kata Mumford.

Apabila pemilu itu bisa menghasilkan partai atau koalisi yang memiliki mayoritas yang jelas, maka akan tercipta pemerintahan yang stabil di Malaysia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB

Florona di Israel Muncul saat Lonjakan Pasien Omicron

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:18 WIB
X