Varian Lambda Resisten Terhadap Vaksin, WHO Masih Terus Pantau

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 10:58 WIB
Ilustrasi virus corona-covid19./Pixabay/PIRO4D
Ilustrasi virus corona-covid19./Pixabay/PIRO4D

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pada Juni, WHO memperingatkan varian Lambda telah teridentifikasi di 29 negara.

Sejak April 2021, Lambda pertama kali ditemukan di Peru telah merajalela di sana. Sekitar 81 persen kasus corona di Peru dikaitkan dengan varian ini. Demikian seperti dikutip dari Kata Data

Varian yang lebih menular dari virus asli yang ditemukan di Wuhan, Cina itu, dikabarkan mulai menyebar di Afrika Selatan dan disebut lebih resisten terhadap vaksin.

Sebelumnya, peneliti Jepang telah menemukan tiga mutasi pada protein lonjakan lambda yang dikenal sebagai RSYLTPGD246-253N, 260L452Q dan F490S.

Baca Juga: Negara Kaya Menimbun Vaksin Booster, Afrika Tak Kebagian, WHO: Ini Penghinaan

Tiga mutasi ini dinilai membantu Lambda melawan netralisasi oleh antibodi yag diinduksi vaksin.

Sementara 2 mutasi lainnya T761 dan L452Q membantu membuat Lambda sangat menular.

Lambda juga dilabeli sebagai varian yang dipantau atau Variant of Interest (VOI) oleh WHO. Artinya, bukan varian yang diwaspadai Variant of Concern (VOC).

Hingga kini, WHO masih melakukan penelitian mendalam untuk membuktikan dan memahami varian Lambda.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah Obesitas Siswa, SMA di Meksiko Terapkan Cara Ini

Minggu, 5 Februari 2023 | 20:54 WIB

Memanas, AS Tembak Jatuh Balon Mata-mata China

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:36 WIB
X