Klaster Perkantoran Penyumbang 133.247 Kasus Covid-19 Malaysia, Epidemiologi Ungkap Penyebabnya

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:58 WIB
Kompleks Pemerintahan Putra Jaya Malasyia/Ilustrasi arighudul wordpress.com
Kompleks Pemerintahan Putra Jaya Malasyia/Ilustrasi arighudul wordpress.com

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sepekan terakhir, kasus Covid-19 di Malaysia tembus rekor mencapai 22 ribu pada Rabu (18/8). Adapun total kasus di negeri jiran tersebut saat ini sebanyak 1,46 juta dengan 13.302 orang meninggal.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, seperti dikutip dari The Star mengungkapkan, lonjakan kasus berasal dari meningkatnya klaster perkantoran.

“Sebanyak 1.549 klaster tempat kerja memiliki setidaknya 133.247 kasus positif,” kata Noor, Rabu (18/8).

Program vaksinasi di Malaysia terus digenjot dengan jumlah penerima vaksin dosis pertama di Malaysia mencapai 54% dan penerima dosis penuh mencapai 35%.

Namun ternyata angka kasus yang masih tinggi menjadi sorotan Ahli epidemiologi Universitas Putra Malaysia, Malina Osman

“Mereka yang sudah divaksin dengan dosis penuh seharusnya tidak diberikan kelonggaran beraktivitas,” ujar Malina dikutip dari The Star, Kamis (19/8).

Saat ini, pemerintah Malaysia menargetkan 80% populasi untuk mendapatkan vaksinasi dosis penuh. Dengan begitu, mereka berharap kekebalan masyarakat bisa segera terwujud.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB
X