Pemerintah Jangan Buru-buru Akui Taliban, Tragedi Kemanusiaan Harus Dihindari

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:07 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan. (pikiran rakyat)
Pasukan Taliban di Afghanistan. (pikiran rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Indonesia dinilai terlalu prematur bila mengakui maupun tidak mengakui Taliban sebagai pemerintahan di Afghanistan.

Sebab, pemerintah perlu membiarkan politik internal di Afghanistan untuk berproses.

"Sebelum akhirnya ada pemimpin dari pemerintahan yang didukung oleh mayoritas rakyat Afghanistan," kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Kamis, 19 Agustus 2021.

Baca Juga: Aktivitas Warga Dilonggarkan, Ini 3 Strategi Singapura Kendalikan Covid-19

Sebab bila tidak mengakui maupun memberikan pengakuan secara prematur terhadap Taliban, maka pemerintah dapat dianggap mencampuri urusan domestik negara lain.

Menurutnya, yang terpenting bagi pemerintah saat ini adalah menyerukan kepada dunia.

"Yakni agar bersama-sama mengupayakan terhindarnya tragedi kemanusiaan di Afghanistan. Sebab, situasi yang tidak menentu secara politik saat ini, mendorong masyarakat Afghanistan untuk keluar dengan cara apapun dari negerinya," ujar dia.

Baca Juga: Peringatan Detik-detik Proklamasi Digelar di Belanda, Dubes Jadi Inspektur Upacara

Dikatakan, perempuan, anak-anak dan pria menyerbu pesawat udara yang hendak mengudara.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB
X