Aktivitas Warga Dilonggarkan, Ini 3 Strategi Singapura Kendalikan Covid-19

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:16 WIB
Suasana lockdown di Sydney Australia. Foto: Reuters
Suasana lockdown di Sydney Australia. Foto: Reuters


SEMARANG, suaramerdeka.com - Singapura bersiap berdamai dengan Covid-19 dan melonggarkan aktivitas warga. Hal ini seiring tercapainya program vaksinasi kepada 80% penduduk pada September mendatang.

Namun, pakar kesehatan dilansir dari Reuters menyebutkan konsekuensi dari kebijakan ini kemungkinan akan meningkatnya ratusan kematian setiap tahun akibat endemik Covid-19.

Hal senada juga disampaikan Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung. Ong mengatakan ketika ekonomi dibuka kembali, warga Singapura harus siap secara psikologis mengenai kemungkinan meningkatnya jumlah kematian akibat Covid-19.

Ong menjelaskan transisi hidup dengan Covid-19 sebagai penyakit endemik membutuhkan keseimbangan yang cermat.

"Kami akan terus mendorong vaksinasi (dan) menerapkan aturan berbeda pada kegiatan sosial untuk melindungi penduduk yang tidak divaksinasi," kata Ong dikutip dari Reuters.

Pemerintah menyatakan akan memastikan jumlah kasus serius tetap terkendali, serta tidak terjadinya ketegangan di fasilitas kesehatan.

"Kami harus tetap waspada, dan pada saat yang sama, kita juga harus siap untuk terus memantau situasi," kata Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Kim Yong, dikutip dari Nikkei Asia.

Untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, pemerintah Singapura memiliki tiga strategi mengoptimalkan testing, tracing, serta vaksinasi.

1.Testing

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Reuters, Nikkei Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB
X