Presiden Joko Widodo Ingin KTT G20 Bisa Hasilkan Langkah Konkret Untuk Pemulihan Dunia

- Selasa, 15 November 2022 | 12:33 WIB
Presiden Jokowi secara resmi membuka KTT G20, di The Apurva Kempinski Bali, Selasa (15/11/2022). (Foto: Humas Setkab/Rahmat).
Presiden Jokowi secara resmi membuka KTT G20, di The Apurva Kempinski Bali, Selasa (15/11/2022). (Foto: Humas Setkab/Rahmat).

BALI, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo berharap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 bisa menghasilkan langkah konkret dalam upaya pemulihan dunia.

Presiden Joko Widodo akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam dan lebar.

Namun keberhasilan itu, jelas Joko Widodo hanya akan dapat tercapai jika semua delegasi berkomitmen.

Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Fajar Alfian, Intip Juga Sederet Prestasinya di Kancah Internasional

Dan bekerja keras serta menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang konkret dan bermanfaat bagi dunia.

“Hari ini mata dunia tertuju pada pertemuan kita. Apakah kita akan mencetak keberhasilan? Atau akan menambah satu lagi angka kegagalan? Buat saya, G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal,” kata Presiden Jokowi saat membuka KTT G20, di Hotel The Apurva Kempinski Bali, Selasa, 15 November 2022, seperti dikutip dari laman Setkab.go.id.

Presiden pun berharap G20 dapat terus menjadi katalis pemulihan ekonomi yang inklusif.

Baca Juga: Maju sebagai Calon Ketua, Ferry Indrianto: Kadin Surakarta Harus Jadi Sparring Partner Pemkot

Presiden menyampaikan, di tengah situasi yang sangat sulit, G20 terus bekerja agar menghasilkan capaian konkret.

Antara lain mempersiapkan dana untuk menghadapi pandemi mendatang melalui pandemic fund.

Membantu ruang fiskal negara berpendapatan rendah melalui resilience and sustainability trust.

Baca Juga: Berseteru dengan Manchester United, Ronaldo Justru Lebih Respek pada Liverpudlian

Lalu mendorong percepatan pencapaian SDGs, menghasilkan ratusan kerja sama konkret, serta mendukung pemulihan ekonomi dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui Bali Compact mengenai transisi energi.

“Kita tidak hanya bicara, tapi melakukan langkah-langkah nyata. Mari kita perlihatkan kepada dunia bahwa kita dapat bersikap bijak, memikul tanggung jawab, dan menunjukkan jiwa kepemimpinan. Mari kita bekerja, dan mari kita bekerja sama untuk dunia. Recover together, recover stronger,” ungkapnya.***

Editor: Cun Cahya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X