Imbas Pemangkasan Produksi Minyak oleh OPEC+, AS Pertimbangkan Hubungannya dengan Arab Saudi

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 17:22 WIB
AS Pertimbangkan Hubungannya Dengan Arab Saudi. (asiatoday.id)
AS Pertimbangkan Hubungannya Dengan Arab Saudi. (asiatoday.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - AS dan Arab Saudi dikabarkan bersitegang setelah OPEC+dan sekutunya (OPEC+) mengumumkan akan memangkas produksi minyak mulai November 2022 nanti.

Pasca pengumuman tersebut, Presiden AS Joe Biden memgeluarkan pernyataan akan meninjau ulang hubungan kerja sama mereka dengan Arab Saudi.

Salah satu hubungan kerja sama yang diisukan retak adalah adanya penghentian penjualan senjata ke Arab Saudi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim suaramerdeka.com dari berbagai sumber, Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan bahwa hubungan harmonis antar kedua kedua negara ini sudah terjalin sejak tahun 1940.

Baca Juga: Buntut Konten Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Verhoeven Siap Diperiksa Hari Ini di Polres Jaksel

Melihat hubungan tersebut tentu saja kerja sama AS-Arab Saudi tidah hanya terbatas pada perdagangan, ekonomi, dan investasi. Tetapi juga, senjata dan kemiliteran.

"Renggangnya hubungan ini bisa memunculkan riak geopolitik yang ada di kawasan Timur Tengah dan itu bisa memunculkan harga minyak mentah lebih tinggi," sebutnya.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai ketegangan hubungan antara AS-Arab Saudi akan berdampak pada ekonomi masing-masing negara.

Negara yang paling merasakan dampaknya adalah AS itu sendiri.

Baca Juga: Jangan Ngawur, Begini Cara Memberi Makan Biji Kacang Hijau pada Perkutut agar Cepat Gacor, Simak Petunjuknya!

"Ketergantungan Arab Saudi ke AS tidak besar. Kalau dari sisi alutsista, Arab Saudi bisa saja mengimpor dari negara lain, seperti Eropa. Sedangkan, AS dan negara lain bergantung pada minyak Arab Saudi," jelasnya.

Josua Pardede menyebutkan bahwa walaupun AS tegas akan memberlakukan penghentian suplai senjata ke Arab Saudi, itu tidak akan berpengaruh signifikan pada negara tersebut.

"Kalaupun terjadi gangguan suplai senjata ke militer Arab, tetapi ia (Arab) ada kendali terhadap minyak mentah," lanjutnya.

Tetapi untung saja Kepala Ekonom Bank Permata ini tidak melihat adanya potensi perang dagang antara AS dan Arab Saudi, seperti halnya AS dengan China.

Baca Juga: Terbaru! Download Minecraft untuk Android dan iOS Versi 1.19.30.04, Cek Link Download Gratisnya Disini

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X