Penularan Varian Delta Seperti Cacar Air, Peneliti Wajibkan Vaksinasi Covid-19

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:39 WIB
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. /Pixabay/Dieterich01
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. /Pixabay/Dieterich01

JAKARTA, suaramerdeka.com - Riset Pusat Pengendalian Penyakit di AS atau CDC mengungkapkan, varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India itu, kini mendominasi penyebaran di seluruh dunia. Penularannya sama dengan cacar air, dan jauh lebih menular dibandingkan flu biasa.

Para peneliti bahkan mengatakan bahwa ‘perang berubah’, sehingga perlu penyampaian informasi yang lebih jelas terkait pandemi corona dan mewajibkan vaksinasi Covid-19.

"Perang telah berubah," kata CDC seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (31/7).

Dalam dokumen ‘improving communications around vaccine breakthrough and vaccine effectiveness’, CDC menjelaskan bahwa perlu pendekatan baru untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait varian Delta.

"Tingkatkan komunikasi seputar risiko (terpapar) bagi individu di antara yang divaksinasi," jelas CDC, seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Baca Juga: Tak Lagi Mudah Meledak Emosinya, Nikita Akui Hobi Barunya Shalat Tahajud

Dijelaskan bahwa orang yang tidak divaksinasi, 10 kali lebih rentan terpapar virus corona">virus corona Delta. Bahkan, mereka bisa mengalami sakit parah atau meninggal dunia.

Sedangkan orang yang divaksinasi lebih kecil kemungkinan untuk terinfeksi. Selain itu, berbeda dari varian corona sebelumnya, orang yang sudah divaksin bisa menularkan virus varian Delta.

“Virus yang tinggi menunjukkan peningkatan risiko penularan. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa, tidak seperti varian lain, orang yang divaksinasi dan terinfeksi Delta, (masih) dapat menularkan virus,” kata kepala CDC Rochelle Walensky dalam pernyataan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid-19 Korea Selatan Tembus Angka 3.000

Sabtu, 25 September 2021 | 15:47 WIB
X