Hadapi Covid-19 di Taiwan, Ini Cerita Pelajar dan Pekerja Asal Jawa Tengah

- Selasa, 27 Juli 2021 | 18:07 WIB
Suasana di salah satu rumah makan Taiwan saat pandemi Covid-19. (suaramerdeka.com / dok)
Suasana di salah satu rumah makan Taiwan saat pandemi Covid-19. (suaramerdeka.com / dok)

TAIWAN, suaramerdeka.com - Pengalaman menghadapi virus Covid-19 jauh dari Indonesia dirasakan beberapa warga Jawa Tengah yang sedang mengadu nasib di Taiwan, utamanya pelajar dan pekerja.

Seperti, Albert Budi Christian, mahasiswa PhD di kota Hsinchu, wilayah utara Taiwan yang berasal dari Kendal.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, sistem pembelajaran tatap muka telah berubah menjadi sistem pembelajaran daring.

Hal itu juga berlaku untuk pertemuan dan diskusi dilakukan secara daring, sedangkan untuk penggunaan lab dijadwalkan secara bergantian bagi siswa yang membutuhkan.

Baca Juga: Tren Elektronifikasi Transaksi Pemda di Jawa Barat Meningkat

“Selama beraktivitas di luar rumah, wajib menggunakan masker, dan kantin di kampus hanya melayani pembelian secara take away,” kata Albert, dalam rilis kepada suaramerdeka.com

Dari wilayah selatan Taiwan, cerita serupa muncul dari Dian Irawati, mahasiswi PhD jurusan Business Administration, National Yunlin University of Science and Technology (NYUST) yang juga berasal dari kota Kendal.

Aktivitas belajar mengajar di NYUST wajib mematuhi standar protokol kesehatan yang telah diterapkan oleh pemerintah setempat di mana memindai barcode yang terhubung langsung ke portal Single Sign-On (SSO System) kampus menjadi hal yang wajib.

“Hal ini dilakukan untuk pelacakan terhadap siapa saja yang memasuki sebuah gedung setiap harinya secara detail. Peraturan penggunaan masker saat di luar rumah sangat diawasi,” kata dia.

Baca Juga: Beraksi di Dekat Mapolda, Pelaku Perampasan Ditangkap

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X