Ribuan Warga Australia Turun ke Jalan Tanpa Masker Minta Lockdown Diakhiri

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:30 WIB
Suasana lockdown di Sydney Australia. Foto: Reuters
Suasana lockdown di Sydney Australia. Foto: Reuters

 JAKARTA, suaramerdeka.com - Ribuan warga Australia tanpa memakai masker turun ke jalan memenuhi kawasan pusat bisnis Sydney, Sabtu (24/7) sore waktu setempat. Para pendemo menuntut agar lockdown yang diterapkan di negeri Kanguru itu diakhiri setelah memasuki minggu kelima.

Kepolisian New South Wales berhasil membubarkan pengunjuk rasa, meskipun jatuh korband dari kalangan pers karena semprotan merica oleh petigas kepolisian.

Sementara itu, Kepala kepolisian David Elliott menyatakan telah membentuk satuan tugas untuk mengidentifikasi sekitar 3.500 pengunjuk rasa di aksi demonstrasi yang ia sebut sebagai acara “super spreader” itu.

Baca Juga: Aprindo Minta Gerai Ritel Dibantu Insentif Selama PPKM

“(Sebanyak) 57 orang ditangkap dan beberapa petugas polisi telah diserang. Jika tidak terjadi lonjakan Covid-19 di daerah asal para pengunjuk rasa ini minggu depan, saya akan sangat-sangat-terkejut,” ujarnya seperti dikutip The Guardian.

Aksi serupa terjadi di Melbourne dan Adelaide, yang juga tengah lockdown, dan Brisbane, yang tidak menerapkan lockdown.

Ketika aksi unjuk rasa berlangsung, menteri kesehatan New South Wales, Brad Hazzard mengungkapkan rekor jumlah kasus baru Covid-19, yakni 163 dalam 24 jam terakhir. Ia pun memohon agar warga tetap di rumah.

“Kami sangat membutuhkan komunitas kami, khususnya di barat daya dan barat Sydney untuk tetap di rumah, dengar pesan ini dan tetaplah di rumah,” kata Hazzard.

Baca Juga: Syahrul Gunawan dan Lucky Hakim Sambangi Sentra Vaksinasi Nasdem

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X