Apa Saja Prosedur Operation London Bridge yang Dilakukan Saat Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia?

- Jumat, 9 September 2022 | 13:11 WIB
Ratu Elizabeth II (AP Photo)
Ratu Elizabeth II (AP Photo)

SUARAMERDEKA.COM - Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada usia 96 tahun, Kamis (8/9/2022) waktu setempat.

Ketika Ratu Elizabeth II meninggal, Operation London Bridge dilakukan oleh pihak kerajaan sebagai prosedur operasi/plan saat Ratu meninggal.

Sebagai tiang dari lebih 600 organisasi, charities, dan juga allies antara Inggris dan negara lain, Ratu Elizabeth II memiliki pengaruh yang besar pada dunia.

Baca Juga: Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Ini Warisan yang Bakal Diterima Raja Charles III

Yang pertama saat Ratu Elizabeth II meninggal adalah The Right Honorable Edward Young sebagai sekretaris pribadi ratu menghubungi Perdana Menteri UK dan berkata “London Bridge is Down”

Setelah Perdana Menteri UK menerima pesan tersebut, kemudian ia menghubungi 15 kantor pemerintahan di Luar UK dan mengadakan rencana/ action plan saat Ratu Elizabeth II meninggal, dan juga 36 Pemimpin Negara Persemakmuran di Dunia.

Tidak hanya itu, Gerbang Istana Buckingham Palace akan diberi lambang kerajaan yang berwarna hitam sebagai tanda bahwa Ratu Elizabeth II Meninggal atau pemimpin Inggris meninggal.

Baca Juga: Hari Tua Kaya Raya, Trawang Dewi Hera, Wanita 6 Shio Ini Hidup Enak Tinggal Ongkang-Ongkang Kaki

Kemudian media berita dan radio akan segera mengumumkan berita meninggalnya Ratu daan segala jenis acara di TV akan ditahan atau libur selama 1 hari untuk memberikan informasi mengenai meninggalnya Ratu.

Pihak Kerajaan melalui media @RoyalFamily memberikan informasi pergantian takhta dari Ratu Elizabeth II kepada anaknya Pangeran Charles, dan berganti menjadi The King Charles dan memberikan pidato pertamanya sebagai Raja Inggris.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

X