Indonesia Sampaikan VNR 2021, Tegaskan Komitmen Tangani Pandemi Covid-19

- Senin, 19 Juli 2021 | 08:06 WIB
Mewakili Indonesia, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan Indonesia’s Voluntary National Review (VNR) 2021. (suaramerdeka.com / dok)
Mewakili Indonesia, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan Indonesia’s Voluntary National Review (VNR) 2021. (suaramerdeka.com / dok)

NEW YORK, suaramerdeka.com – Mewakili Indonesia, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan Indonesia’s Voluntary National Review (VNR) 2021 pada United Nations High-Level Political Forum on Sustainable Development 2021 di New York, Amerika Serikat, Kamis (15/7) waktu setempat.

Sebelumnya, Indonesia telah dua kali menyampaikan VNR, pertama kali di 2017 dan kedua kalinya di 2019.

Jadi, dengan disampaikannya VNR 2021, Indonesia masuk dalam daftar 10 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah menyampaikan VNR untuk ketiga kalinya.

“Sama seperti negara lain, Indonesia juga mengalami dampak pandemi, sehingga target pembangunan banyak terhambat. Meski demikian, Indonesia bertekad untuk maju dan membangun lebih baik lagi,” ucap Menteri Suharso.

Baca Juga: PPKM Darurat, Persipa Bantu Promosikan UMKM Pati

Indonesia berhasil mencatatkan sejumlah prestasi dalam penyampaian VNR. Pada 2017, Indonesia adalah satu dari enam negara dengan perumusan VNR terbaik untuk perencanaan pembiayaan dan investasi.

Pada 2019, sebagai bagian dari VNR 2019, Laporan Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Kali ini, VNR 2021 bertemakan Sustainable and resilient recovery from the Covid-19 pandemic that promotes the economic, social and environmental dimensions of sustainable development.

Episentrum laporan negara tersebut adalah pada target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdisrupsi dan praktik-praktik baik penanganan pandemi Covid-19 yang diinisiasi oleh berbagai pihak seperti dunia usaha, filantropis, LSM, dan masyarakat.

Baca Juga: Tahun 2024, Daerah Tertinggal yang Terentaskan Diproyeksikan Lebihi Target RPJMN

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X