Kasus Covid-19 Naik, PM Kamboja Pesan 3.000 Lebih Peti Mati ke Thailand

Red
- Sabtu, 17 Juli 2021 | 15:13 WIB
PETI JENAZAH: Seorang petugas YDK Dharma Magelang memeriksa peti jenazah yang beberapa waktu terakhir permintaan melonjak. (suaramerdeka.com/Asef Amani)   
PETI JENAZAH: Seorang petugas YDK Dharma Magelang memeriksa peti jenazah yang beberapa waktu terakhir permintaan melonjak. (suaramerdeka.com/Asef Amani)  


ANKARA, suaramerdeka.com - Kasus dan kematian COVID-19 di Kamboja yang terus meningkat mendorong Perdana Menteri Hun Sen mengarahkan pembelian lebih dari 3.000 peti mati dari negara tetangganya di Asia Tenggara, Thailand.

Pejabat tinggi pada Kementerian Dalam Negeri, Kol Vireak, mengatakan bahwa mereka telah mendistribusikan 1.000 lebih peti mati ke 12 provinsi.

Ia mengatakan pengiriman peti mati dari Thailand kemungkinan mengalami penundaan sebab negara mayoritas penganut Buddha itu sendiri sedang mengalami gelombang COVID-19 yang intens.

Baca Juga: Pakar: Kenaikan Angka Testing Covid-19 Bagus untuk Mitigasi Risiko

"Setidaknya kita sudah memiliki peti mati yang cukup untuk kremasi atau pemakaman. Kita tidak berada di titik di mana kita harus menangani jasad tanpa peti. Peti mati harus tersedia lantaran kita harus menghormati roh warga negara kita yang telah pergi dari dunia ini karena penyakit ini," kata Vireak.

Kamboja mencatat penambahan 889 kasus dan 27 kematian COVID-19 pada Jumat (16/7), sehingga masing-masing totalnya menjadi 65.500 dan 1.052.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X