Konferensi Menteri Asia, Menlu RI Serukan Dukungan terhadap Perjuangan Palestina

- Rabu, 14 Juli 2021 | 19:15 WIB
Menlu RI Retno L.P. Marsudi memimpin pertemuan Menlu ASEAN-Rusia. (Humas Kemlu)
Menlu RI Retno L.P. Marsudi memimpin pertemuan Menlu ASEAN-Rusia. (Humas Kemlu)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Konferensi Tingkat Menteri (KTMMid-Term Gerakan Non Blok (GNB) telah berlangsung secara virtual pada tanggal 13-14 Juli 2021 di bawah keketuaan Azerbaijan. Menteri Luar Negeri RI Retno L.P Marsudi memimpin Delegasi RI pada pertemuan tersebut.

Dalam pernyataanya, Menlu RI menyampaikan bahwa GNB masih menghadapi tantangan yang sama sejak berdiri 60 tahun yang lalu, yaitu isu-isu mengenai kekuatan besar dunia, ketidaksetaraan, kesenjangan, dan ketidakadilan sosial-ekonomi.

Isu-isu tersebut menjadi lebih rumit dengan adanya berbagai tantangan masa kini. Oleh karena itu, prinsip-prinsip dan nilai-nilai GNB, termasuk multilateralisme, menjadi semakin relevan.

Baca Juga: Dilengkapi Ruang Poliklinik dan Gedung X-Ray, Asrama Haji Bekasi Makin Representatif

Pada pertemuan, Menlu menyampaikan 3 (tiga) area di mana GNB dapat bersinergi dan menjadi bagian dari solusi, yaitu:

Pertama, akses terhadap vaksin COVID-19 yang berkeadilan.

Kesenjangan vaksinasi saat ini sangat besar. Sebagian besar negara maju telah menyuntikkan vaksin setara dengan 70% populasi mereka, sementara sebagian besar dari negara GNB masih di bawah 10%.

Menlu juga menyampaikan bahwa prioritas negara GNB adalah untuk memperkecil kesenjangan ini dan mempercepat vaksinasi di negara berkembang. GNB dapat berkontribusi pada upaya ini dengan menyerukan lebih banyak dose-sharing, memperkuat dukungan terhadap COVAX Facility, dan mendukung TRIPS waiver negotiation.

Kedua, kerja sama untuk pemulihan ekonomi.

Pandemi telah mendorong ratusan juta orang ke jurang kemiskinan dan menghambat kemajuan kita menuju SDG. Oleh karena itu, GNB harus bekerja bersama untuk memastikan partisipasi dari negara-negara berkembang dalam arsitektur keuangan internasional, mengatasi praktik perdagangan yang tidak adil dan persyaratan donor, serta meningkatkan kemitraan global untuk pembangunan.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X