Dugaan Pembantaian Pekerja Konstruksi, KNU Beri Sanksi Skorsing bagi Pemimpin Utamanya

- Minggu, 11 Juli 2021 | 09:47 WIB
KNU (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
KNU (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

MYANMAR, suaramerdeka.com - Karena dugaan telah melakukan pembantaian terhadap 25 pekerja konstruksi, kelompok pemberontak etnis terkemuka di Myanmar, KNU telah memberi sanksi skorsing bagi pemimpin utama mereka.

Informasi awal adanya pembantaian terhadap 25 pekerja konstruksi itu diperoleh dari media yang dikelola pemerintah.

Sehingga informasi ini perlu diselidiki terlebih dulu kebenarannya.

Baca Juga: Sekolah di Inggris Ijinkan Siswa Masuk Siang Usai final Piala Eropa 2020

Juru Bicara Padoh Saw Taw Nee mengkonfirmasi pada bahwa Jenderal Ner Dah Bo Mya dan bawahannya Letnan Saw Ba Wah telah diberhentikan sementara.

"Menurut Konvensi Jenewa, bahkan jika mereka adalah musuh kami, kami hanya menangkap mereka, Anda tidak dapat membunuh seperti itu," kata Padoh, seperti yang dikutip dari cirebon-pikiranrakyat.com, minggu, 11 Juli 2021.

"Kami berdiri teguh pada komitmen kami terhadap Konvensi Jenewa dan komunitas internasional, dan kami harus menangani ini dengan hati-hati," tambahnya.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat! Putri Bill Gates Resmi Menikah Secara Islam

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:09 WIB
X