Wisata Berbasis Vaksin: Baru Akan Disiapkan di Bali, AS hingga Rusia Ternyata sudah Lebih Dulu, Cek!

Red
- Rabu, 23 Juni 2021 | 19:07 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara webinar nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 dan Peran UMKM yang diselenggarakan oleh STIE Semarang, Sabtu 12 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/ Hari Santoso) (Hari Santoso)
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara webinar nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 dan Peran UMKM yang diselenggarakan oleh STIE Semarang, Sabtu 12 Juni 2021. (Suaramerdeka.com/ Hari Santoso) (Hari Santoso)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) baru akan menyiapkan gagasan paket wisata berbasis vaksin Covid-19 di Bali. Sementara beberapa negara lain telah menyediakan paket Wisata seperti itu.

Melansir Condé Nast Traveler, beberapa negara tujuan wisata yang sudah memvaksin sebagian besar penduduknya, sekarang mengalokasikan dosis tambahan untuk wisatawan yang datang.

Hal tersebut dilakukan, karena industri pariwisata di banyak negara sangat terpukul dengan adanya pandemi Covid-19. Mereka juga ingin menjalankan kembali roda ekonomi namun dengan cara yang tetap aman.

Baca Juga: Kompleks Candi Arjuna Dieng Ditutup Sementara

Amerika Serikat

Sementara, Amerika Serikat menyediakan paket Wisata vaksin Covid-19 di sejumlah negara bagian seperti New York City dan Alaska.

“Saya pikir gagasan bahwa, misalnya, vaksin dosis tunggal seperti Johnson & Johnson, harus tersedia bagi orang-orang ketika mereka tiba di suatu negara, untuk alasan apa pun mereka bepergian, adalah ide yang sangat bagus,” kata Chris Beyrer, Profesor kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia di Johns Hopkins, dikutip dari Condé Nast Traveller pada rabu (26/6).

Pemerintah kota New York berencana untuk menawarkan vaksin Johnson & Johnson satu dosis kepada wisatawan di tempat-tempat, seperti Times Square dan High Line.

Negara bagian lainnya juga telah menciptakan klinik pop-up untuk penduduk dan pengunjung di dalam stasiun kereta bawah tanah dan bandara.

Sedangkan Alaska sudah mulai menawarkan dosis Pfizer atau Moderna (yang membutuhkan dua dosis) kepada wisatawan di empat bandara terbesarnya sejak 1 Juni 2021.

Sementara itu, program wisata berbasis vaksin juga baru saja diluncurkan di negara kepulauan Guam, Amerika Serikat. Program ini dibuat untuk mendorong warga di negara tetangga dan warga Amerika yang tinggal di Asia Timur untuk datang dan divaksin, guna mencegah infeksi virus corona.

Dilansir dari AP News, Biro Pengunjung Guam mengatakan, sudah ada tiga wisatawan pertama yang datang dari Taiwan dengan menggunakan penerbangan carter.

Maladewa

Pada April lalu, Maladewa berencana meluncurkan kampanye pariwisata baru, yang disebut '3V,' untukVisit, Vaccinate, Vacation.

Menteri Pariwisata Maladewa Abdulla Mausoom mengatakan, setelah seluruh warga divaksin, pihaknya akan segera meluncurkan program vaksinasi bagi wisatawan.

Dilansir dari CNBC, 90% pekerja garis depan, dan hampir 50% dari keseluruhan populasi telah memiliki satu dosis vaksin untuk melawan Covid-19.

Maladewa juga turut serta di program Covax dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dan menerima dosis vaksin dari India dan Cina.

Namun, Mausoom tidak menjelaskan apakah vaksin bagi wisatawan ini berbayar atau tidak. Tetapi dia mengatakan bahwa jumlah pasokan tidak akan menjadi masalah.

“Saya rasa pasokan tidak menjadi masalah di Maladewa karena populasi kami relatif kecil. Selain itu, kuota yang kami dapatkan dari berbagai organisasi dan negara sahabat juga akan membantu," kata Mausoom.

Uni Emirat Arab (UEA)

Ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi menawarkan vaksinasi Covid-19 gratis kepada wisatawan. Sebelumnya, kebijakan ini dibatasi hanya untuk warga UEA dan pemegang visa tinggal.

Dilansir dari Reuters, menurut informasi yang diberikan oleh Perusahaan Layanan Kesehatan Abu Dhabi (SEHA), pengunjung dengan visa yang dikeluarkan oleh Abu Dhabi dan pemegang paspor yang memenuhi syarat untuk visa turis, dapat memesan vaksin gratis ketika mereka tiba di UEA melalui Abu Dhabi.

Kantor Media Abu Dhabi mengatakan, pemegang visa tinggal atau visa masuk yang sudah kedaluwarsa tetap memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi gratis.

Wisatawan dari 27 negara termasuk Cina, Jerman, dan Amerika Serikat dapat masuk tanpa karantina pada saat kedatangan. SEHA menawarkan jenis vaksin Covid-19 Sinopharm dan Pfizer.

Rusia

Pemerintah Rusia juga tengah menyiapkan program wisata berbasis vaksin. "Ada praktik luas di mana para pebisnis dan kepala perusahaan datang secara khusus ke Rusia untuk mendapatkan suntikan terhadap virus Corona," kata Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Forum Ekonomi Internasional di St Peterburg, dikutip dari The Moscow Times pada Rabu (23/6).

Putin meminta agar pemerintah menganalisis semua aspek untuk wisata vaksin ini. Sehingga Rusia bisa mendatangkan turis untuk mendapatkan vaksin secara komersial.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) yang mempromosikan vaksin Sputnik V Covid-19 Rusia ke seluruh dunia mengatakan bahwa mereka dapat meluncurkan wisata berbasi vaksin pada akhir Juli 2021.

Ide wisata vaksin ini berawal dari ketertarikan negara-negara Eropa pada Rusia. "Saya pikir kami akan memberikan rincian konsep pada akhir Juni," ujar Kantor berita TASS.

 

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB

Florona di Israel Muncul saat Lonjakan Pasien Omicron

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:18 WIB
X