Varian Delta Mendominasi Dunia, WHO Sebut Calon Vaksin CureVac Gagal Ujicoba

Red
- Sabtu, 19 Juni 2021 | 14:12 WIB
Covid-19. (pixabay)
Covid-19. (pixabay)

JENEWA, suaramerdeka.com - Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, mengungkapkan, varian COVID-19 Delta, yang awalnya muncul di India, menjadi varian dominan secara global.

Saat merebak varian baru, diharapkan tentu saja vaksin yang baru dan ampuh akan sangat dibutuhkan. Swaminathan pun menyayangkan gagalnya calon vaksin CureVac dalam uji coba untuk memenuhi standar kemanjuran WHO.

Inggris, dilansir dari Antara, melaporkan kasus Covid-19 dari varian Delta melonjak tajam, sementara pejabat senior kesehatan masyarakat Jerman memprediksikan varian Delta akan dengan cepat menjadi varian dominan di sana meski tingkat vaksinasi tinggi.

Baca Juga: PDAM-Operator Air Belanda Bangun Instalasi Air Baku di Kecamatan Genuk

Pemerintah Rusia menyalahkan lonjakan kasus COVID-19 pada keraguan vaksinasi dan "nihilisme" setelah rekor infeksi baru di Moskow, kebanyakan varian Delta baru, mengipasi kekhawatiran gelombang ketiga.

"Varian Delta sedang dalam perjalanan menuju varian dominan secara global sebab penularannya yang sangat tinggi," kata Swaminathan saat konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters.

Varian COVID-19 dikutip oleh CureVac ketika perusahaan asal Jerman itu pekan ini melaporkan bahwa vaksin buatannya hanya memilik kemanjuran 47 persen dalam mencegah penyakit, jauh dari ambang batas 50 persen standar WHO.

Baca Juga: Universitas Putra Bangsa Tingkatkan SDM Agribisnis, Gandeng Distapang Kebumen

Perusahaan mengatakan telah mencatat sedikitnya 13 varian yang beredar dalam studi populasi mereka.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara, Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X