Perang Uhud, Makna di Balik Kekalahan Muslim (1)

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:03 WIB
KAWASAN UHUD : Di lokasi bekas Perang Uhud dibangun Masjid Uhud dan terdapat makam para sahabat Rasulullah yang gugur dalam perang tersebut. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
KAWASAN UHUD : Di lokasi bekas Perang Uhud dibangun Masjid Uhud dan terdapat makam para sahabat Rasulullah yang gugur dalam perang tersebut. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

MADINAH, suaramerdeka.com - Kota Madinah dikelilingi perbukitan batuan cadas. Salah satu yang terkenal adalah Bukit Uhud, yang berada sekitar 3 - 4 km sebelah utara Masjid Nabawi. Kawasan di sekitar bukit tersebut menjadi saksi perang dasyat yang dinamakan Perang Uhud.

Berikut Laporan Wartawan Suara Merdeka, Surya Yuli Purwariyanto, anggota Media Center Haji (MCH) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

BUKIT Uhud dan beberapa bukit sekitarnya di Kota Madinah, terlihat indah di malam hari. Otoritas pemerintah setempat memasang lampu sorot di kaki bukit yang menyinari punggung bukit sampai puncaknya, sehingga pemandangan bukit sangat indah, dengan sorotan lampu pada malam hari. Pemasangan lampu sorot itu sepertinya ingin memperlihatkan bahwa perbukitan tersebut indah dilihat pada siang atau malam hari.

Baca Juga: Ini Dia Doa Memancing Ikan, Bacakan 3 Kali Hasilnya Lebih Banyak

Di sekitar Bukit Uhud ada dataran yang cukup luas, yang menjadi tempat Perang Uhud berlangsung. Perang Uhud tercatat dalam sejarah terjadi pada tahun ketiga hijriyah (624 M).

Diceritakan bahwa perang tersebut tidak seimbang, di mana pasukan muslim yang dipimpin Rasulullah saw dan para sahabat, berjumlah 1.000 orang. Sebanyak 300 orang pun mundur dan membelot ke musuh kaum kafir Quraisy.

Pasukan Quraisy sejak awal sangat besar yakni mencapai 3.000 orang, yang terdiri atas pasukan berkuda, pasukan pemanah, dan lainnya. Secara matematis pasukan Abu Sufyan itu pasti menang.

Baca Juga: Viral! Pernyataan Tegasnya Terkait Kode Etik Polri, Irjen Ferdy Sambo Bak Menjilat Ludah Sendiri

Dengan semangat membela Islam, Rasulullah tidak gentar menghadapi kaum kafir tersebut. Disiapkan strategi yang jitu untuk memenangkan perang, memanfaatkan daerah perbukitan Uhud. Rasulullah memerintahkan sejumlah pemanah andalnya, berada di salah satu perbukitan sebagai perisai pasukan lainnya.

Adu strategi pun terjadi dalam perang yang berlangsung tujuh hari tersebut. Pasukan Muslim berhasil dan unggul dalam menerapkan strategi perang itu, sehingga memperkokoh semangat pasukan muslim, yang sebelumnya telah memenangkan Perang Badar atas kaum kafir.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perang Dunia Semakin Menguat, Ini Kata Pakar Militer

Senin, 26 September 2022 | 14:35 WIB
X