Pasca Kunjungan Nancy Pelosi, Tiongkok akan Semakin Mengintimidasi Taiwan

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 22:01 WIB
Reni Windiani (suaramerdeka.com/dok)
Reni Windiani (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua Departemen Hubungan Internasional FISIP Undip, Reni Windiani mengatakan pasca kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan, situasi hubungan AS - Tiongkok "tampak" memanas.

Bisa dilihat dari pernyataan Duta Besar (Dubes) Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun yang mengatakan kunjungan seperti itu tampaknya sangat berbahaya, sangat provokatif, dan mengingatkan bahwa kunjungan itu akan merusak hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat.

Tiongkok menunjukkan rasa marahnya atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan dengan melakukan sejumlah aktivitas militer di dekat perairan Taiwan.

Baca Juga: Ada Simbol Ular dan Kuda Laut di Sekuel Pengabdi Setan 2: Communion, Apa Maknanya?

''Menurut saya, reaksi Tiongkok tersebut wajar. Karena bagi Tiongkok, setiap negara yang menjalin hubungan diplomatik dengannya harus menerapkan kebijakan Satu China,Yang berarti menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau, hingga Taiwan,'' ungkapnya.

Namun kemarahan Tiongkok atas kunjungan Nancy Pelosi yang secara gamblang menyatakan dukungan pada Taiwan, tidak akan menyebabkan pecahnya perang antara AS - China.

''Paling kencang, setelah ini Tiongkok akan semakin "mengintimidasi" Taiwan dengan cara-cara militer dan non militer,'' tambahnya.

Baca Juga: AS-Tiongkok Tegang Jika Perang Menjadi Kehancuran Bersama

Menurutnya, pecah perang AS vs Tiongkok terlalu "mahal biayanya" bagi masyarakat internasional yang saat ini sedang sangat prihatin dengan kemerosotan di bidang ekonomi / kesejahteraaan akibat adanya Pandemi Covid-19.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perang Dunia Semakin Menguat, Ini Kata Pakar Militer

Senin, 26 September 2022 | 14:35 WIB
X