Rentan Tantangan, Ketahanan Pangan ASEAN Butuh Dukungan Lebih Banyak Investasi

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi pangan. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi pangan. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdea.com - Kawasan ASEAN sangat rentan terhadap tantangan ketahanan pangan dan gangguan pasokan pangan global.

Untuk itu, kawasan ASEAN membutuhkan lebih banyak investasi atau foreign direct investment – FDI pada sektor pangan untuk memastikan akses dan keterjangkauan masyarakatnya terhadap pangan.

Realisasi FDI di bidang pertanian di ASEAN terbilang kecil, di mana untuk pertanian yang masuk hingga 2020 pertanian hanya berjumlah kurang dari 10 persen dari total FDI di wilayah tersebut.

FDI di sektor pertanian di negara-negara ASEAN telah menurun sejak tahun 2015 dan rata-rata realisasi FDI tahunan pertanian ke ASEAN pada tahun 2016 hingga 2019 lebih rendah 26,89 persen dibandingkan tahun 2015.

Baca Juga: Terus Gelar Pasar UMKM, Wali Kota Semarang Ingin Ekonomi Lekas Pulih

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta mengungkapkan, kerentanan ini dapat dilihat dari, salah satunya, lewat masalah kekurangan gizi yang sudah berlangsung lama.

Prevalensi stunting dan wasting pada balita di ASEAN pada tahun 2020 masing-masing sebesar 27,40 persen dan 8,2 persen, lebih tinggi dari rata-rata global, berdasarkan laporan dari Global Nutrition Report.

“Upaya mewujudkan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui investasi, yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Namun hal ini membutuhkan kerangka peraturan yang lebih spesifik,” terangnya.

Upaya ASEAN untuk mewujudkan ketahanan pangan sebenarnya sudah terefleksikan lewat ASEAN Integrated Framework for Food Security and Strategic Plan (AIFS-SPA FS).

Baca Juga: Seminar USM-Poltekpar Bali, Sandiaga Dorong Ekowisata dan Pariwisata Berkelanjutan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X