Deteksi Omicron, WHO Rekomendasikan Upaya WGS di Kawasan Asia Tenggara

- Jumat, 3 Desember 2021 | 08:36 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. (Freepik)
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. (Freepik)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan upaya whole genome sequencing (wgs) di kawasan Asia Tenggara sebagai upaya mendeteksi keberadaan varian baru Covid-19 atau Omicron.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyatakan hal ini telah dilakukan untuk spesimen pelaku perjalanan yang baru datang.

Beberapa spesimen sudah diambil dari pelaku perjalanan internasional yang sudah masuk Indonesia sejak pertengahan Oktober 2021.

"Selain itu, sebagai satu kesatuan, tracing juga akan dilakukan sesuai prosedur yang ada yaitu mendeteksi orang yang pernah berinteraksi dengan kasus positif yang datang dari luar negeri," Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB, Kamis 2 Desember 2021 yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Di samping itu, dalam upaya mencegah meluasnya penularan kasus di dalam negeri, pemerintah melakukan upaya penanganan dini dengan penelusuran kontak pasien positif Covid-19.

World Health Organization (WHO) sendiri mengategorisasikan level transmisi virus Covid-19 menjadi 4 skenario epidemiologi.

Pertama, kondisi tidak ada kasus.

Kedua, kasus sporadik atau kondisi kemunculan suatu penyakit yang jarang terjadi dan tidak teratur pada suatu daerah.

Baca Juga: Kejuaraan Antarklub PBVSI Kota Semarang U-19: PBV Taruna Merah Putih Berjaya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB

Florona di Israel Muncul saat Lonjakan Pasien Omicron

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:18 WIB
X