100 Hari Rezim Taliban Berkuasa, Afghanistan Terancam Bangkrut

- Kamis, 25 November 2021 | 14:11 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan. (pikiran rakyat)
Pasukan Taliban di Afghanistan. (pikiran rakyat)

Selama 100 hari Taliban berkuasa, terdapat beberapa pertemuan yang dilakukan rezim kelompok itu dengan negara asing seperti Iran, Pakistan, India, Rusia dan China.

Baca Juga: Pelajar Indonesia dan Belanda Serahkan Usulan Proyek Kampung Iklim untuk Malino

Pertemuan tersebut berfokus pada tuntutan internasional terhadap pemerintahan Taliban yang inklusif, penegakan hak-hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, hak untuk bekerja dan belajar bagi perempuan Afghanistan, hingga peringatan agar Afghanistan tidak menjadi sarang terorisme.

Menanggapi desakan tersebut, pemerintah Taliban bersikeras mengatakan bahwa mereka telah memenuhi tuntutan internasional yang diajukan.

Walaupun pengakuan Taliban sebagai pemerintah Afghanistan yang sah belum didiskusikan, beberapa negara berencana membentuk hubungan dengan kelompok itu untuk mengatasi krisis yang terjadi di Afghanistan.

Baca Juga: Meski Popularitas Menurun, Joe Biden Ingin Maju Lagi di Pilpres 2024

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatakan dalam laporan tiga halaman tentang perbankan dan sistem keuangan Afghanistan bahwa negara itu akan bangkrut.

Selain itu, rezim Taliban juga diambang kebangkrutan setelah sejumlah uang kas yang dimiliki terancam hais pada akhir tahun.

Taliban kemudian terus mendesak negara-negara barat terutama Amerika Serikat untuk segera mencairkan aset-aset Afghanistan yang dibekukan.

Afghanistan menyimpan aset senilai hampir US $9,5 miliar atau setara dengan Rp135,3 trilun di bank sentral AS, Federal Reserve.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB
X