Benjamin Netanyahu: Pemerintah Baru Israel Tidak Akan Mampu Menahan Tekanan AS

- Kamis, 10 Juni 2021 | 08:41 WIB
Benjamin Netanyahu. (pikiran-rakyat)
Benjamin Netanyahu. (pikiran-rakyat)

ISRAEL, suaramerdeka.com- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, bahwa pemerintah baru Israel tidak akan mampu menahan tekanan Amerika Serikat (AS).

Benjamin menambahkan, bahwa AS memiliki keinginan kembali ke perjanjian nuklir Iran, sementara perjanjian itu justru mengancam dengan adanya bom atom Iran.

Intinya, kata Benjamin, AS terus melancarkan serangan pada Iran demi memperpanjang kesepakatan nuklir.

Baca Juga: Indonesia Desak ILO-WHO Perkuat Pemulihan Dunia Kerja

“Jika AS kembali ke kesepakatan nuklir Iran, maka tim keamanan dalam kabinet baru yang diisi Yair Lapid, Merav Michaeli dan Nitzan Horowitz tidak akan menyetujui aksi-aksi berani di dalam wilayah Iran,” kata Netanyahu, seperti yang dikutip dari pikiran-rakyat, Kamis, 10 Juni 2021.

Menurutnya, pemerintah baru Israel akan dipimpin calon perdana menteri yang baru, Naftali Bennett, dan bagi Benjamin adalah sangat membahayakan masa depan Israel.

Sehingga itu yang menjadi alasan Benjamin enggan menyerahkan posisinya kepada partai oposisi.

Baca Juga: Percepatan Perdagangan Vaksin Covid-19 Disepakati Para Menteri APEC

Selain itu, tambah Benjamin, pemerintah baru Israel tidak bisa mengambil langkah terhadap perlawanan Palestina di Gaza.

Akibatnya Israel dikhawatirkan tidak bisa melawan Mahkamah Pidana Internasional terkait Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Palestina.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mulai 28 Juni, Warga Italia Bebas Lepas Masker

Rabu, 23 Juni 2021 | 16:13 WIB

20 Juni jadi Hari Ayah Sedunia, Simak Sejarahnya

Minggu, 20 Juni 2021 | 14:07 WIB
X