Indonesia Desak ILO-WHO Perkuat Pemulihan Dunia Kerja

- Selasa, 8 Juni 2021 | 10:00 WIB
Anwar Sanusi (Wikipedia)
Anwar Sanusi (Wikipedia)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menegaskan anggota Gerakan Non-Blok (GNB) mendesak ILO dan WHO secara bersama-sama memperkuat keterlibatannya dalam pemulihan dunia kerja yang terdampak pandemi Covid-19.

"ILO harus memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi pekerja kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, serta pekerja kunci dan esensial, termasuk pelaut di semua negara yang terkena dampak," kata Anwar Sanusi mewakili Menaker dalam Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja (PTM) Anggota Gerakan Non-Blok (GNB) secara virtual pada Jumat (4/6/) malam.

"GNB harus mendesak ILO memperkuat dukungan kepada anggota-anggotanya dalam mewujudkan pemulihan dampak Covid-19 terhadap dunia kerja, khususnya dalam tiga isu penting," ujar Anwar Sanusi dalam keterangan pers pada Minggu (6/6).

Baca Juga: Audiensi dengan Gubernur DIY, Stafsus Presiden Bahas Percepatan Vaksinasi Disabilitas

Dalam paparannya, Anwar Sanusi menyebut isu pertama yang harus menjadi perhatian ILO yakni memastikan akses vaksinasi Covid-19 yang tepat waktu, terjangkau, dan adil untuk semua negara.

Menurutnya, anggota GNB harus mendesak ILO untuk memperkuat keterlibatannya dengan WHO untuk mewujudkan tujuan ini.

"ILO harus memprioritaskan vaksinasi COVID-19 bagi pekerja kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, serta pekerja kunci dan esensial, termasuk pelaut di semua negara yang terkena dampak," kata Anwar Sanusi.

Baca Juga: Bantah Hoaks Bahaya BPA, Perhimpunan Dokter PBNU Dukung Aturan BPOM

Kedua, memajukan ekonomi digital untuk menciptakan kesempatan kerja sebagai sarana mengatasi ketimpangan antara negara berkembang dan negara maju.  

"Karena itu, kami mendukung upaya GNB untuk mengatasi kesenjangan digital di antara masyarakat di dalam negeri dan antar negara, serta untuk memobilisasi peningkatan kerja sama pembangunan, termasuk dukungan teknologi dan teknis untuk negara-negara berkembang," ujar Sekjen.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mulai 28 Juni, Warga Italia Bebas Lepas Masker

Rabu, 23 Juni 2021 | 16:13 WIB

20 Juni jadi Hari Ayah Sedunia, Simak Sejarahnya

Minggu, 20 Juni 2021 | 14:07 WIB
X