Kabar Baik, WHO Umumkan Jumlah Perokok di Dunia Menurun

- Kamis, 18 November 2021 | 13:05 WIB
Pria perokok (Pixabay)
Pria perokok (Pixabay)

AMERIKA, suaramerdeka.com - World Health Organization (WHO) mengumumkan jumlah perokok di seluruh dunia menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Meski begitu WHO tetap mendesak negara-negara untuk meningkatkan cara-cara pengendalian untuk menghentikan kecandauan tembakau tersebut.

Penurunan ini terjadi di seluruh dunia. Pada 2020, terhitung sekitar 1,30 miliar perokok, angka ini turun dari 1,32 miliar di dua tahun sebelumnya.

Baca Juga: Workshop Rempah Indonesia Manjakan Lidah Influencer Belanda

Jumlah tersebut diperkirakan akan berkurang menjadi 1,27 miliar pada 2050.

Hal ini menunjukkan telah terjadi penurunan sekitar 50 juta pengguna tembakau dalam periode tujuh tahun, bahkan ketika populasi global membengkak.

Catatan itu menunjukkan bahwa hampir sepertiga populasi dunia di atas usia 15 tahun telah menggunakan produk tembakau pada tahun 2000.

Baca Juga: China Dinobatkan Jadi Negara Terkaya di Dunia, Ungguli Amerika Serikat

"Sangat melegakan melihat lebih sedikit orang yang menggunakan tembakau setiap tahunnya," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari AFP.

Penggunaan tembakau telah membunuh lebih dari delapan juta orang tiap tahun.

Mayoritas adalah mereka yang menggunakan tembakau untuk diri sendiri, sedangkan 1,2 juta lainnya adalah non-perokok yang terpapar asap rokok.

Baca Juga: Amer Ghalib Jadi Wali Kota Muslim Pertama di Amerika Serikat

Laporan yang terbit pada Selasa (16/11) itu memperingatkan bahwa jumlah kematian akibat rokok akan terus meningkat walau penggunaan tembakau menurun.

Hal itu disebabkan karena tembakau membunuh pengguna dan orang-orang yang terpapar secara perlahan.

WHO menyebut dalam laporannya bahwa 60 negara sekarang telah berada di jalan yang benar dalam mengurangi penggunaan tembakau sebesar 30 persen antara tahun 2010 dan 2025.

Baca Juga: Covid di Belanda Meningkat, Kebijakan Kartu Vaksin Terhenti di Parlemen

Akan tetapi, laporan tersebut menyebutkan bahwa penggunaan rokok elektrik tidak termasuk dalam data dari WHO itu.

Halaman:
1
2

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB
X