Amer Ghalib Jadi Wali Kota Muslim Pertama di Amerika Serikat

BBC
- Rabu, 17 November 2021 | 19:22 WIB
Amer Ghalib (FB/dok)
Amer Ghalib (FB/dok)

Alih-alih menjadi "panci peleburan" atau "mangkuk salad campuran", istilah meleburnya orang dari berbagai negara, Hamtramck lebih seperti "kue tujuh lapis" di mana kelompok-kelompok yang berbeda mempertahankan budaya mereka yang berbeda sambil tetap hidup berdampingan satu sama lain, kata anggota dewan kota terpilih Amanda Jaczkowski.

"Masyarakat masih bangga dengan budayanya secara khusus, padahal kalau asimilasi, kami akan kehilangan keunikannya."

"Ketika Anda tinggal sedekat ini satu sama lain, Anda dipaksa untuk mengatasi perbedaan itu," kata Jaczkowski, 29 tahun.

Baca Juga: Pemerintah Optimis Perekonomian Nasional Meningkat, Laju Pertumbuhan Positif dan Resiliensi Berbagai Sektor

Tapi Hamtramck "bukan Disneyland", kata Karen Majewski, wali kota yang akan genap menjabat selama 15 tahun sebelum pensiun. "Ini hanya tempat kecil. Dan kami juga memiliki konflik."

Gesekan muncul pada tahun 2004 yang kemudian dilakukan pemungutan suara tentang azan dengan pengeras suara ke luar.

Beberapa warga berpendapat bahwa larangan bar di dekat masjid merugikan ekonomi lokal.

Enam tahun lalu, ketika menjadi kota Amerika pertama yang memilih pemerintahan mayoritas Muslim, pers dari seluruh dunia turun ke Hamtramck.

Beberapa laporan media pada saat itu melukiskan gambaran kota yang "tegang" dengan masuknya umat Islam.

Seorang pembawa acara TV nasional bertanya apakah Majewski takut menjadi wali kota.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB
X