Covid di Belanda Meningkat, Kebijakan Kartu Vaksin Terhenti di Parlemen

- Rabu, 17 November 2021 | 14:20 WIB
Sejumlah tempat publik  kini mewajibkan masyarakat menunjukkan kartu vaksin sebelum memasukinya. (covid19.go.id)
Sejumlah tempat publik kini mewajibkan masyarakat menunjukkan kartu vaksin sebelum memasukinya. (covid19.go.id)



SUARAMERDEKA.COM – Kebijakan pemerintah Belanda dalam mewajibkan kartu vaksin Covid-19 bagi warga untuk aktivitas di ruang publik mendapat tentangan dari Parlemen.

Dilansir dari Reuters, Belanda berencana mengizinkan warga yang sudah divaksin, sembuh dari Covid-19 dan tes negatif bisa beraktivitas di ruang publik.

Akan tetapi, rencana tersebut ditentang pihak oposisi di Parlemen.

Berbagai pihak dari partai koalisi yang sedang menjabat bahkan khawatir atas kebijakan itu.

Baca Juga: Serangan Tiga Bom Bunuh Diri Memakan Enam Korban di Uganda

Anggota Parlemen Joba van den Berg dari Partai Kristen Demokrat bahkan memikirkan alternatif kebijakan lain yang dianggap tidak berpotensi memecah belah.

Posisi Partai Kristen Demokrat sendiri sangat penting untuk melancarkan kebijakan pemerintah Belanda yang saat ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Perdana Menteri Mark Rutte.

Hingga kini masih belum ada kejelasan apakah koalisi pemerintah mampu mengumpulkan mayoritas dukungan terhadap rencana kebijakan tersebut di tengah kritikan keras.

Oposisi mengkritik bahwa aturan tersebut dapat mengubah sebagian rakyat menjadi ‘warga kelas dua’ serta melanggar kebebasan sipil.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X