Joe Biden Luncurkan Kampanye Vaksin Selama Sebulan Penuh

VOA
- Jumat, 4 Juni 2021 | 08:24 WIB
Official portrait of Vice President Joe Biden in his WesPresiden AS Joe Biden (Official White House Photo by David Lienemann)  (David Lienemann)
Official portrait of Vice President Joe Biden in his WesPresiden AS Joe Biden (Official White House Photo by David Lienemann) (David Lienemann)

WASHINGTON DC, suaramerdeka.com – Kampanye vaksin selama sebulan penuh resmi diluncurkan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Kampanye diluncurkan demi tercapai tercapai target 70 persen orang dewasa sudah divaksinasi pada Hari Kemerdekaan AS pada tanggal 4 Juli. Namun soal strategi berbagi vaksin dengan seluruh dunia, belum dipaparkan.  

“Kalau kalian divaksinasi pekan ini, sampai pada pekan 4 Juli kalian sudah divaksinasi penuh, dan kalian dapat merayakan Hari Kemerdekaan tanpa rasa takut atau khawatir,” ujar Biden.

Usai 170 juta penduduk divaksin, kehidupan di AS mulai terasa lebih normal. Negara ini melangkah lebih jauh. Sementara, kampanye nasional selama sebulan untuk memperoleh jumlah 70% orang dewasa yang divaksinasi pada Hari Kemerdekaan AS.

Baca Juga: Gandeng Perusahaan Lokal, India Produksi 300 Juta Vaksin Covid-19

Pada hari Rabu (2/6), Presiden Joe Biden mengumumkan beberapa prakarsa, termasuk penitipan anak gratis supaya orang tua bisa divaksinasi, tumpangan gratis ke tempat vaksinasi, merekrut tukang cukur dan salon kecantikan untuk mengajak pelanggan mereka divaksinasi, dan mendorong perusahaan-perusahaan untuk memberi imbalan agar orang bersedia divaksinasi.

“Bir gratis untuk semua orang berusia 21 tahun atau lebih untuk merayakan kemerdekaan dari virus,” tambah Biden.

Sementara orang Amerika mendapat berbagai hadiah untuk divaksinasi gratis, sebuah studi oleh Duke Global Health Innovation Center menunjukkan, AS akan mempunyai kelebihan ratusan juta dosis vaksin pada bulan Juli.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB

Florona di Israel Muncul saat Lonjakan Pasien Omicron

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:18 WIB
X