Kasus Demam Berdarah di Singapura Merebak, Muncul 22 Klaster Aktif

Red
- Selasa, 1 Juni 2021 | 20:21 WIB
Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok


SINGAPURA, suaramerdeka.com - Penyebaran virus Covid-19 masih mengancam, seiring peningkatan jumlah kasus demam berdarah di Singapura. Hal ini diungkapkan Badan Lingkungan Nasional (NEA).

Tingginya kasus di Singapura karena percepatan perkembangbiakan dan pematangan nyamuk Aedes aegypti dan waktu inkubasi virus Dengue yang lebih singkat, kata lembaga NEA, seperti dilansir dari Pikiran Rakyat, Selasa, 1 Juni 2021.

Selain itu, peningkatan populasi nyamuk Aedes di seluruh pulau juga signifikan.

Baca Juga: Rumania - Indonesia Tingkatkan Hubungan Ekonomi

Tercatat lebih dari 2.700 kasus demam berdarah telah dilaporkan di Singapura sejak awal tahun, saat ini terdapat 22 klaster DBD yang aktif.

Sementara kasus demam berdarah mingguan baru-baru ini lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu.

Pihak NEA mengatakan, ketika Singapura mengalami wabah ‘bersejarah’ , angkanya masih lebih tinggi daripada yang dilaporkan pada 2017 dan 2018 silam.

Populasi nyamuk Aedes tumbuh sekitar 30 persen pada April dibandingkan Januari, kata badan tersebut. Sebagaimana dikutip dari dari laman Channelnewsasia.

Baca Juga: Airlangga : Kader Golkar Harus Bisa Jadi Role Model Perwujudan Pancasila

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rusia Nyatakan Resesi, Seperti Ini Kondisinya

Kamis, 17 November 2022 | 15:03 WIB
X