Arab Saudi dan Uni Eropa Melarang Wisatawan yang Disuntik Vaksin dari China

- Selasa, 1 Juni 2021 | 18:25 WIB
Ilustrasi Vaksin Pfizer. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Vaksin Pfizer. (Foto: Istimewa)

suaramerdeka.com - Arab Saudi dan Uni Eropa melarang pelaku perjalanan yang telah divaksinasi dengan vaksin dari China, ketika hendak memasuki negaranya.

Sebelumnya, Arab Saudi memperbarui pembatasan perjalanannya, termasuk persyaratan untuk menggunakan Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson dan Johnson untuk memasuki negarnya.

Dalam daftar tersebut Arab Saudi tidak memasukkan lima vaksin yang berasal dari China termasuk Sinovac dan Sinopharm yang banyak digunakan.

Pada 19 Mei, Uni Eropa menyetujui untuk melonggarkan pembatasan perjalanan pada pengunjung asing menjelang musim panas.

Baca Juga: Seleksi CASN Rembang , Kembali Dibuka Formasi Khusus Disabilitas

Namun, blok tersebut hanya menerima vaksin yang disahkan oleh European Medicine Agency (EMA), yang tidak termasuk vaksin buatan China.

Setelah pengumuman itu, kementerian luar negeri Pakistan pada hari Minggu meminta kerajaan untuk memasukkan vaksin China ke dalam daftarnya, karena vaksin tersebut banyak digunakan di negara tersebut.

Malaysia juga menyuarakan hal yan sama, ketika pemerintahnya berusaha membahas masalah ini dengan Arab Saudi.

"Jika mereka telah mendaftar atau telah ditusuk dengan Sinovac, maka kami akan membahas masalah ini dengan pemerintah Arab Saudi untuk memberikan kelonggaran bagi mereka," kata Khairy Jamaluddin, Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi, seperti dikutip dari TRT Word.

Baca Juga: Usai Lebaran, Pulau Jawa Menyumbang Separuh Kasus Covid-19

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: TRT World

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB

Florona di Israel Muncul saat Lonjakan Pasien Omicron

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:18 WIB
X