Unit Keamanan dan Perlindungan Retas Komputer Intelijen Israel dan Peroleh Nama Mata-mata

- Minggu, 30 Mei 2021 | 15:26 WIB
Unit Keamanan dan Perlindungan Retas Komputer Intelijen Israel  (Nugroho Wahyu Utomo)
Unit Keamanan dan Perlindungan Retas Komputer Intelijen Israel (Nugroho Wahyu Utomo)

PALESTINA, suaramerdeka.com - Unit Keamanan dan Perlindungan yang berafiliasi dengan Hamas berhasil meretas komputer milik intelijen Israel dan selanjutnya memperoleh nama mata-mata yang membantu Israel.

Baca Juga: Diduga Lakukan Kerja Paksa, Dua Perusahaan Sarung Tangan Malaysia dalam Penyelidikan US CBP

Hal itu telah diungkap oleh situs berita Arabic Post baru-baru ini.

Akibatnya terdapat 43 orang yang merupakan mata-mata bagi Israel.

Kemudian di jalur Gaza beredar informasi bahwa persidangan terhadap para kolabolator (sebutan untuk mata-mata) telah digelar di pengadilan lapangan militer yang berafiliasi dengan Komisi Keadilan Militer Palestina.

Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Dekrit Ibadah Haji 2021, Indonesia Terbitkan Panduan Manasik

Namun kelompok perlawanan Palestina justru mengkonfirmasi kepada Al-Monitor bahwa tidak ada keputusan resmi yang dikeluarkan untuk mengadili para kolaborator.

Sedianya para kolaborator itu akan menjalani hukuman kerja paksa, di mana kesalahan yang ditimpakan adalah setiap warga Palestina yang bersekongkol dengan negara asing atau menghubunginya untuk menghasut agresi terhadap negara atau menyediakan sarana untuk agresi.

Tetapi bisa juga kolaborator itu dijatuhi hukuman mati jika kesalahan yang ditimpakan mampu memunculkan akibat.

Sebelumnya, Al-Monitor telah mengkonfirmasi kebenaran terkait persidangan bagi para kolaborator kepada Brigade Izzuddin al-Qassam—sayap militer Hamas.

Akan tetapi tidak ada jawaban terkait hal tersebut.

Al-Monitor juga mengaku menghubungi beberapa organisasi hak asasi manusia saat serangan Israel berlangsung.

Namun beberapa organisasi itu memilih menolak mengomentari masalah tersebut karena sensitivitasnya, terutama pada saat Gaza berada di bawah pemboman Israel.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB
X