Arab Saudi Siapkan Dekrit Ibadah Haji 2021, Indonesia Terbitkan Panduan Manasik

- Sabtu, 29 Mei 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan beberapa kebijakan terkait tata laksana pelaksanaan Ibadah Haji 1442 H secara bertahap, di tengah pandemi Covid-19 tahun 2021. Di antaranya adalah kebijakan untuk membuka pelaksanaan ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Yang terbaru, Pemerintah Saudi dikabarkan akan menerbitkan Dekrit Raja terkait pelaksanaan haji tahun kedua di masa pandemi Covid-19.

Dilansir Arabnews, Komite Tinggi Haji Kerajaan Arab Saudi sudah melakukan pembahasan terkait pelaksanaan haji 2021 pada Selasa (25/5). Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komite Tinggi Haji Pangeran Abdul Aziz bin Saud yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.

Pertemuan ini menghasilkan rekomendasi yang kemudian akan disampaikan kepada Raja Salman. Selanjutnya keputusan akan dikeluarkan oleh Diwan Malaki atau Kantor Raja dalam bentuk Dekrit Raja. Hingga kini, Pemerintah Arab Saudi belum memberi petunjuk pelaksanaan resmi teknis Haji 1442 H. Namun tahun ini Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan kepada jamaah dari luar Arab Saudi untuk berhaji.  Kebijakan baru Saudi ini merupakan kabar gembira dan suatu kemajuan.

Pada tahun lalu, kebijakan haji 2020 Arab Saudi hanya mengizinkan jamaah dari dalam negeri. Sempat beredar informasi kuota jamaah yang diizinkan pada tahun ini adalah 60 ribu orang terdiri dari 45 ribu dari luar Arab Saudi dan 15 ribu dari dalam negeri.

Sementara Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel sebagaimana dilansir nu.or.id mengklarifikasi informasi kuota jamaaah belum merupakan keputusan resmi Pemerintah Arab Saudi. Sementara itu, Pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan pelaksanaan haji tahun 2021 di antaranya dengan memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi calon jamaah haji sebagai salah satu persyaratan keberangkatan haji 1442 H tahun ini.

Pemerintah Indonesia juga sudah membuat mitigasi haji dan mengeluarkan skenario mulai dari pembatasan kuota 50 persen, 30 persen, 25 persen, bahkan hingga 5 persen. Terbaru ini, Pemerintah melalui Kementerian Agama melakukan penyusunan panduan manasik haji di masa pandemi.

Panduan Manasik

Panduan ini disusun sebagai bagian pelayanan sekaligus mitigasi jika haji diselenggarakan dalam suasan pandemi. Panduan ini telah disusun dan dibahas bersama para pakar Fikih dari MUI dan berbagai ormas Islam. ‘’Kami juga telah menggelar Bahtsul Masail Perhajian Indonesia Tahun 2021 pada akhir April 2021 untuk membahas manasik haji di masa pandemi," jelas Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi.

Khoirizi menjelaskan buku yang direncanakan terbit pada awal Juni 2021 ini disusun melalui diskusi yang intensif dan komprehensif, dengan merujuk kepada dalil Naqli serta pendapat para fuqaha dari madzhab-madzhab yang ada.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB
X