Ini Alasan WHO Setujui Penggunaan Vaksin Darurat Sinopharm

Ant
- Sabtu, 8 Mei 2021 | 16:42 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

JENEWA, suaramerdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan darurat Vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan obat milik negara China, Sinopharm.

Vaksin tersebut telah diberikan kepada ratusan juta orang di China dan di tempat-tempat lain. Sinopharm merupakan vaksin pertama yang dikembangkan oleh negara non Barat yang mendapat dukungan dari WHO.

Ini juga pertama kalinya WHO memberikan persetujuan penggunaan darurat bagi vaksin China untuk penyakit menular apa pun.

Sebelumnya, WHO telah memberikan persetujuan darurat untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna.

Keputusan untuk menyetujui vaksin Sinopharm diambil oleh kelompok penasihat teknis WHO, yang bertemu sejak 26 April untuk meninjau data klinis terbaru dan praktik manufaktur.

Baca Juga: WHO: Vaksin Tidak Akan Akhiri Pandemi Covid-19

"Persyaratan penyimpanannya yang mudah membuatnya sangat cocok untuk pengaturan sumber daya rendah," demikian pernyataan WHO.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa, setelah persetujuan tersebut, Kelompok Penasihat Strategis Ahli (SAGE) telah merekomendasikan bahwa orang dewasa di atas 18 tahun menerima dua dosis vaksin Sinopharm.

Berdasarkan semua bukti yang tersedia, WHO merekomendasikan vaksin bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam dua dosis dengan jarak jadwal pemberian tiga hingga empat minggu.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB
X