Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Joe Biden, Ini Empat Hal yang Dibahas

- Rabu, 3 November 2021 | 08:36 WIB
Presiden Joko Widodo membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, di Glasgow, Skotlandia. (BPMI Setpres / Laily RE)
Presiden Joko Widodo membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, di Glasgow, Skotlandia. (BPMI Setpres / Laily RE)

GLASGOW, suaramerdeka.com - Penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia

Kerja sama yang dilakukan selama pandemi mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo, dan setidaknya ada empat hal yang menjadi pokok bahasan.

Pertama, Indonesia menghargai kerja sama bidang kesehatan selama pandemi mulai dari penerimaan stok vaksin melalui mekanisme dose-sharing, ventilator, obat-obatan teurapeutik, hingga alat kesehatan lainnya.

Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia tertarik untuk menjadi bagian dari rantai pasok global di bidang kesehatan melalui pembangunan industri kesehatan Indonesia.

Baca Juga: MA NU Nurul Huda Gelar Falakiyah Goes To School, Diikuti 36 Siswa

Kedua, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya untuk memperkuat kerja sama ekonomi terutama dalam pengembangan ekonomi hijau. Menurut Presiden, Indonesia dapat menjadi mitra kerja sama ekonomi yang handal.

Ketiga, terkait perubahan iklim, Presiden kembali menekankan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.

Indonesia telah menunjukkan hasil yang baik dalam menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan dan tingkat kebakaran hutan yang berada pada titik paling rendah dalam 20 tahun.

Baca Juga: Satreskrim Polres Blora Ungkap 6 Kasus Curanmor, 9 Tersangka Diamankan

“Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam tiga tahun ke depan. Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB
X