Joe Biden Hapus Subsidi Bahan Bakar Fosil Cegah Perubahan Iklim

Red
- Kamis, 28 Januari 2021 | 13:30 WIB
Foto Forbes
Foto Forbes

NEW YORK, suaramerdeka.com - Serangkaian perintah eksekutif baru tekah ditandatangani Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk memerangi perubahan iklim. Termasuk menghentikan sementara penyewaan lahan federal untuk kegiatan minyak dan gas (migas) baru serta menghapus subsidi bahan bakar fosil.

Tujuan dari kebijakan Biden ini untuk memetakan arah perubahan iklim dan agenda lingkungan presiden dari Partai Demokrat itu. Kebijakan Biden berbanding terbalik dengan pendahulunya dari Partai Republik Donald Trump, yang berusaha memaksimalkan produksi migas dan batu bara.

Baca Juga: Hari Pertama Bekerja, Joe Biden Luncurkan Kebijakan Baru, Apa Saja?

Biden berharap kebijakannya dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru. “Kita sudah menunggu terlalu lama untuk menangani krisis iklim,” katanya semalam waktu AS, dikutip dari Reuters, Kamis (28/1).

Ia mencatat ancaman yang akan dihadapi AS dari perubahan iklim adalah badai, kebakaran hutan, banjir, kekeringan, dan polusi udara. Karena itu, Biden menempatkan masalah perbuahan iklim di pusat keamanan nasional serta kebijakan luar negeri dan domestiknya.

Baca Juga: Jokowi Ajak Negara-negara Kerja Bersama Adaptasi Perubahan Iklim

Langkah-langkah Biden mendapat dukungan mitra internasional dan pegiat lingkungan. Namun, perusahaan migas besar bependapat hal ini malah akan merugikan AS. Sektor bahan bakar fosil telah menyumbang jutaan pekerjaan dan miliaran dolar ekonomi negara itu.

Presiden American Petroleum Institute Mike Sommers berpendapat Biden telah mengubah masa depan cerah AS. “Tindakannya malah mengarah ke jalan menuju ketergantungan energi asing yang diproduksi dengan standar lingkungan rendah,” ucapnya.

Soal subsidi bahan bakar fosil, belum jelas yang mana akan Biden hapus. AS memberikan banyak keringanan pajak pada industri ini dan harus melalui persetujuan Kongres.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB
X