Indonesia-Inggris Perkuat Komitmen Ekonomi Hijau Lewat Pembangunan Rendah Karbon

- Selasa, 2 November 2021 | 08:00 WIB
Menteri PPN / Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa saat bersua Menteri Pasifik dan Lingkungan Hidup Inggris Lord Zac Goldsmith. (suaramerdeka.com / dok)
Menteri PPN / Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa saat bersua Menteri Pasifik dan Lingkungan Hidup Inggris Lord Zac Goldsmith. (suaramerdeka.com / dok)

LONDON, suaramerdeka.comMenteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menegaskan komitmen Indonesia untuk implementasi Ekonomi Hijau, menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, melalui program Low Carbon Development Initiative atau Pembangunan Rendah Karbon (PRK).

Hal itu diungkapkan Menteri PPN dalam pertemuan bersama Menteri Pasifik dan Lingkungan Hidup Inggris Lord Zac Goldsmith.

Diungkapkan Menteri PPN, dimulai sejak 2017, kerja sama Indonesia-Inggris dalam kerangka PRK kini memasuki fase transisi ke tahap kedua yang akan dimulai 2022 hingga 2025, dengan target lebih strategis dan berdampak jangka panjang.

“Kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Inggris telah memberikan landasan yang kokoh bagi Indonesia untuk bergerak menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan melalui berbagai studi kebijakan, seperti food loss and waste, carbon tax, carbon pricing, efisiensi energi, serta keterkaitan antara keanekaragaman hayati dan perubahan iklim,” tutur Menteri PP di London, belum lama ini.

Baca Juga: Ini Lima Khasiat Buah Tin yang Perlu Diketahui

Pada 2019, Kementerian PPN/Bappenas bersama konsorsium penelitian dan mitra pembangunan mengembangkan laporan 'Perubahan Paradigma Menuju Perekonomian Hijau di Indonesia'.

Temuan kuncinya meliputi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan dapat menghasilkan tingkat pertumbuhan PDB rata-rata enam persen per tahun, hingga strategi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 43 persen pada 2030.

Kementerian PPN/Bappenas mengintegrasikan temuan tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, salah satunya dengan menjadikan pengurangan emisi gas rumah kaca sebagai indikator pembangunan ekonomi makro.

Di 2021, bersama UK-Foreign, Commonwealth & Development Office dan didukung New Climate Economy serta World Resources Institute, Kementerian PPN/Bappenas menyusun laporan “Ekonomi Hijau untuk Menuju Net-Zero Emissions di Masa Mendatang“.

Baca Juga: Gerindra Sesalkan Pernyataan Ketum Ganjarist, Dinilai Subjektif dan Cenderung Ngawur

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X