Pegiat HAM Khawatir Turki Gunakan Interpol Pulangkan Aktivis di Luar Negeri

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 11:14 WIB
Interpol (suaramerdeka.com/dok)
Interpol (suaramerdeka.com/dok)

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Aktivis hak asasi manusia Timur Tengah mengaku khawatir bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggunakan kesempatan ketika negaranya yang menjadi tuan rumah Sidang Umum ke-98 tahunan Sekretariat Jenderal Interpol untuk melegitimasi penculikan lawan politik di luar negeri.

Turki adalah satu-satunya negara yang mengumumkan kesediaannya untuk menjadi tuan rumah pertemuan tahunan 2021, antara 21-25 November 2021, meskipun dituduh menyalahgunakan mekanisme Interpol bersama dengan Rusia, China dan Iran.

"Beberapa organisasi internasional, yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, telah mengamati bahwa pemerintah Turki tidak mengadopsi standar hukum terkait tuduhannya kepada aktivis dan warga yang dinilai melawan negara, namun tuduhan itu dengan mudah disematkan kepada lawan politik atau intelektual mana pun," kata Kolumnis Independen Arab Turgut Oglu yang juga aktivis HAM, dilansir kantor berita Tr724.com, Kamis 28 Oktober 2021.

Baca Juga: Apresiasi Insan Pers Nasional, PLN Journalist Award 2021 Kembali Digelar

Menteri Dalam Negeri, Suleiman Soylu sendiri, menyatakan pada tahun 2020 bahwa sejak upaya kudeta 2016, sekitar 600.000 orang telah diselidiki, sekitar 100.000 diantaranya telah ditangkap dan dipenjara.

Sebanyak 150.000 orang pegawai sektor publik telah dipecat dengan tuduhan melawan negara dan bekerjasama dengan organisasi yang dilarang.

Puluhan ribu orang Turki, sebagian besar dari mereka di sektor akademik, terpaksa meninggalkan negaranya secara legal dan ilegal guna mencari suaka di berbagai negara untuk menghindari penangkapan setelah dugaan kudeta.

Beberapa yang mencari selamat ke negara lain bahkan ada yang meninggal tenggelam di perairan Sungai Meric di perbatasan Turki-Yunani, yang terakhir adalah seorang guru Arkan Akli, yang meninggal September lalu, lansir kantor Berita Tr724.com, Kamis (28/10).

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB
X