Teror Penusukan di Nice Prancis, 3 Tewas

- Jumat, 30 Oktober 2020 | 08:48 WIB
Foto: euronews
Foto: euronews

NICE, suaramerdeka.com - Setidaknya tiga orang meninggal dunia menyusul aksi penusukan seorang pria tak dikenal di Gereja Kota Nice Perancis, Kamis pagi 29 Oktober 2020 waktu setempat. Wali Kota Nice Christian Estrosi mengatakan telah terjadi serangan teroris di jantung basilika Notre-Dame. Seorang korban lansia yang datang untuk berdoa hampir dipenggal.

"Tersangka telah ditembak dan ditahan tidak lama kemudian. "Ini Islamo-fasisme dan bahwa tersangka telah mengulang tanpa henti (teriak) Allahu Akbar," kata Estrosi seperti dilansir BBC.

Estrosi sendiri membandingkan serangan itu dengan pembunuhan guru Samuel Paty baru-baru ini, yang dipenggal kepalanya di dekat sekolahnya di luar Paris awal bulan ini. Motif penyerangan di Nice sejauh ini belum diketahui namun, kejadian ini merupakan rangkaian dari protes sejumlah negara muslim yang dipicu oleh perkataan Presiden Macron yang membela kartun menggambarkan Nabi Muhammad.

Selain itu, serangan teror juga terjadi dua kali pada sepanjang Kamis pagi, yaitu satu di Perancis dan satu lagi di luar kedutaan besar Perancis di Arab Saudi. Adapun untuk korban penyerangan di Gereja Kota Nice, diketahui adalah seorang wanita tua dan seorang pria yang sudah ditemukan tewas dengan tenggorokan terpotong. Kemudian, ada satu wanita yang berhasil melarikan diri dengan sejumlah luka tikam namun meninggal kemudian.

Diketahui, empat tahun lalu Kota Nice pernah menjadi tempat terjadinya serangan teror lainnya, ketika seorang pria mengendarai truk ke kerumunan tepi pantai, menewaskan 86 orang.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Selamat! Putri Bill Gates Resmi Menikah Secara Islam

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:09 WIB
X